Kamis, 14/06/2012 13:34 WIB
Menko Polhukam: Yang Terjadi Tadi Pagi di Waena Papua Penegakan Hukum
Menko Polhukam Djoko Suyanto meminta agar masyarakat membedakan kerusuhan yang diakibatkan orang tidak bertanggung jawab dengan upaya penegakan hukum. Terlebih tidak semua daerah di Papua kacau, melainkan hanya di satu distrik saja.
"Memang benar ada kejadian tindak kerusuhan, tetapi lihat dulu siapa pelakunya. Harus fair media massa melihatnya. Apa yang terjadi pagi adalah upaya penegakan hukum. Masyakarat juga harus paham," kata Djoko.
Berikut ini wawancara wartawan dengan Djoko Suyanto di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (14/6/2012):
Bagaimana soal rusuh tadi pagi di Papua?
Terkait tindak lanjut penangkapan para pelaku penembakan di Papua beberapa minggu lalu, ada 4 yang ditangkap, berangkat dari situ disidik keterlibatan orang-orang lain.
Tadi pagi di Waena ditangkap satu orang pelakunya dan yang bersangkutan melakukan perlawanan. Diketahui dia ada senjata berupa revolver dan 18 butir peluru, jadi terpaksa dilumpuhkan. Kelompok ini setelah mendengar ada pimpinannya atau kawannya ditangkap, lalu marah. Mereka membakar motor, mobil dan rumah. Tindakan itu dilakukan oleh kelompok pelaku penembakan terhadap anggota PNS, TNI dan satpam beberapa hari yang lalu.
Pembakaran juga dilakulan oleh kelompok itu. Tidak ada aparat yang melakukannya. Keadaan sudah berhasil dilokalisir meski ada yang unjuk rasa. Tetapi setiap kekerasan akan dilakukan tindakan hukum dan itu yang pagi ini dilakukan.
Jadi sangat tidak benar bahwa ada pembiaran, kan beberapa minggu lalu ada penangkapan. Nah dari situ didalami siapa-siapa saja yang terlibat. Kita sesalkan kenapa kelompok itu melakukan kekerasan terhadap warga dan kelauarganya sendiri di Waena.
Korban jiwa ada berapa?
Korban jiwa 1 orang yang tadi pagi ditangkap.
Motif terornya selama ini apa?
Soal motif masih kita dalami. Pihak polisi berangkat dari kasus tindak kekerasan. Polri dan BIN akan selidiki apakah ada motif yang lain. Tentunya kita nggak bisa ungkap ke publik sebelum pasti benar.
Treatment selanjutnya bagaimana? Ini kan jadi sering rusuh di Papua?
Jangan bayangkan seluruh Papua kacau. Ini kan di Waena, itu satu distrik/kecamatan. Jadi jangan dibayangkan Merauke, Jayapura dan lainnya rusuh.
Memang benar ada kejadian tindak kerusuhan, tetapi lihat dulu siapa pelakunya. Harus fair media massa melihatnya. Apa yang terjadi pagi adalah upaya penegakan hukum. Masyarakat juga harus paham.
Soal temuan senjata organik?
Harus hati-hati ya soal istilah organik itu, sebab ada banyak senjata. Jelas di situ ada senjata yang ditemukan, saya tidak mau pungkiri. Bisa saja berasal dari penyerangan terhadap pos-pos polisi. Tapi tidak tertutup peluang berasal dari sumber-sumber lain.
Indikasi bahwa tadi yang ditembak itu bagian dari kelompok perusuh?
Ya dari pengakuan dari tiga orang yang sudah ditangkap. Jadi ada pengakuan dari mereka dan itu yang didalami. Tidak mungkin kan polisi bergerak gegabah.
Mereka itu satu kelompok? Dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB)?
Belum bisa dipastikan apakah para pelaku itu dari kelompok itu. Meski kamu kan tahu sendirilah mereka anggotanya. Tapi kamu jangan mancing-mancing saya bicara begitu.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(vit/nrl)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
486 share this. -
Singapura Keluhkan Kabut Asap, Hujan Buatan Rp 25 M Disiapkan
408 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
306 share this. -
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
301 share this. -
Malam Muda Mudi 22 Juni, Thamrin Ditutup Sejak Pukul 16.00-23.00 WIB
293 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Wawancara Terbaru
Indeks Wawancara ยป
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
-
Jumat, 07/06/2013 16:35 WIB
Anak 11 Tahun Dipidana, Komisioner KPAI: Hakim Tidak Paham Peraturan
-
Selasa, 04/06/2013 10:09 WIB
Ganjar Pranowo: Mbak Mega Sedang Transformasi Kepemimpinan
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
-
Kamis, 20/06/2013 15:20 WIB
Cerita Terbakarnya Emosi Serda Ucok yang Berujung Penyerangan ke LP
-
Kamis, 20/06/2013 14:43 WIB
Ditawari Masuk PD, Ini Jawaban Tifatul
-
Kamis, 20/06/2013 13:47 WIB
Hendropriyono: Saya Bekas Prajurit, Saya Yakin Mereka Tidak Setolol Itu
-
Kamis, 20/06/2013 14:59 WIB
Diminta Tempatkan Orang Betawi di Jabatan Penting, Ini Tanggapan Ahok
-
Kamis, 20/06/2013 14:34 WIB
Disoraki dan Dikejar Pendukung Kopassus, Ketua Komnas HAM Risaukan Saksi
-
Kamis, 20/06/2013 15:07 WIB
Celoteh Warga Soal Bangku Taman Jokowi di Thamrin
-
Kamis, 20/06/2013 13:59 WIB
Dikejar Massa, Ketua Komnas HAM Diamankan PM
-
Kamis, 20/06/2013 15:29 WIB
PKS Wakafkan Menteri, Waketum PD: Memalukan!
-
438 Komentar
-
359 Komentar
-
223 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
193 Komentar
-
183 Komentar
-
179 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 13:21 WIB
8 Fakta Kasus Cebongan
-
Kamis, 20/06/2013 13:12 WIB
Menko Kesra Soal Asap: Suka Mengeluh, Singapura Jangan Kekanak-kanakan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

