detikcom
Jumat, 08/06/2012 09:53 WIB

Tak Semua Alumni STAN Seperti Tommy Cs yang Tersangkut Korupsi

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Tidak semua alumni Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) seperti Tommy Hindratno, Dhana Widyatmika, atau Gayus Tambunan yang tersangkut kasus korupsi. Masih banyak alumni STAN yang berkiprah melakukan pemberantasan korupsi.

"Ini natural, yang namanya pegawai negeri ada yang bagus dan ada juga yang nakal, polisi juga ada yang bagus juga ada yang nakal, demikian juga wartawan ada yang bagus dan juga ada yang nakal," ujar mantan pimpinan KPK, Amien Sunaryadi, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (8/6/2012).

Amien merupakan alumni STAN, tapi bukan berarti dia membela STAN, dia hanya ingin agar masyarakat melihat secara jelas. Khusus soal Tommy ini, sepengetahuan Amien, yang melakukan penangkapan pun alumni STAN.

"Yang ikut beroperasi itu anak-anak STAN juga yang di dalam KPK. Mereka mendapat pembinaan yang bagus," jelasnya.

Di KPK, memang ada alumni STAN, mereka berasal dari BPKP. Amien kemudian berkisah mundur ke belakang kala dilakukan operasi besar-besaran di Bea dan Cukai serta di Ditjen Pajak.

Saat itu, pada era 80-an, dilakukan pembersihan guna memerangi korupsi. Bahkan saat itu, seluruh pegawai Bea dan Cukai dirumahkan dan diganti dengan pekerja kontrak dari perusahaan asing. Sedang di Ditjen Pajak sejak era 80-an hingga 90-an dilakukan perombakan besar-besaran.

"Itu yang melakukan pembersihan alumni STAN, yang dibersihkan juga alumni STAN," jelas Amien.

Nah, bicara soal pembersihan, semuanya kembali pada perbaikan sistem. Walau orang-orang sudah diganti, kalau sistemnya tidak dijaga akan kembali seperti semula.

"Sistem dibenahi dan mindset bangsa harus diubah. Sekarang uang mengalahkan harga diri. Perlu pemimpin yang tegas dan cepat dalam mengambil keputusan," tuturnya.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ndr/nvt)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%