Senin, 28/05/2012 11:27 WIB

3 Orang Tewas di Laga Persija Vs Persib, Menpora: Perusuh Harus Ditindak

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Menpora Andi Mallarangeng prihatin dan berduka atas tewasnya 3 orang di kala laga Persija vs Persib digelar di GBK Senayan, Jakarta. Andi berharap agar insiden tersebut tidak terulang. Sepakbola harus bisa dinikmati dengan gembira.

"Kita prihatin dan berduka karena kembali ada korban karena bentrok suporter. Kenapa kita tidak bisa menonton bola dengan gembira? Mengapa menonton bola menjadi menakutkan? Mengapa harus bentrok?" kata Andi saat dihubungi detikcom, Senin (28/5/2012).

Dia berharap tim kesebelasan bisa belajar dari insiden ini. Mereka juga harus membina supporternya untuk menonton dengan damai.

"Para pemimpin supporter harus mendisiplinkan anggotanya agar bersemangat tetapi damai. Saya berharap aparat keamanan bertindak tegas terhadap perusuh sepakbola. Mereka bukan suporter, tetapi perusuh, yang harus ditindak secara hukum," tuturnya.

Laga Persib vs Persija digelar pada Minggu (27/5) sore. Skor pertandingan berakhir 2-2. Namun di kala laga digelar, 3 orang tewas karena dikeroyok.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/vta)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
83%
Kontra
17%