detikcom
Minggu, 27/05/2012 16:36 WIB

JK: SBY Sudah Pikirkan Baik Buruk Grasi Corby

Dhuran Dhara - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Pemberian grasi untuk seorang narapidana merupakan hak presiden. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun meyakini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah mempertimbangkan matang-matang pemberian grasi untuk Corby.

"Presiden di mana pun di dunia ini punya hak untuk memberikan grasi. Tapi di Indonesia juga harus diiringi dengan pertimbangan MA kan. Apakah Corby ini disiplin, apakah ini baik, mungkin aja, kita tidak tahu," kata Jusuf Kalla, sembari tersenyum kepada wartawan di kediamannya di Jl Brawijaya No 6, Jaksel, Minggu (27/5/2012).

JK enggan berpsekulasi terkait pertimbangan SBY. Menurut dia, kalau banyak rakyat mempertanyakan tentunya SBY akan memberikan penjelasan.

"Ya kita tidak tahu pertimbangan presiden, nanti kita tunggu penjelasannya. Kita tidak bisa mengklaim salah atau tidak," katanya.

Seperti diketahui pemberian grasi untuk Schapelle Corby menuai pro kontra. Beberapa pihak menyayangkan langkah pemerintah yang memberikan keringanan hukuman untuk 'Ratu Mariyuana' dari Australia itu. Namun pemerintah beralasan pemberian grasi sudah tepat dan dipertimbangkan dengan matang.


Simak Rangkuman Beragam Peristiwa Penting dan Menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 01.00 WIB Hanya di TransTV

(van/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000