detikcom
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB

Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!

Dhuran Dhara - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla enggan berbicara panjang tentang rencana pencapresannya. Dia lebih memilih melihat situasi politik kelak menjelang pilpres 2014.

"Terlalu banyak saya ngomong soal itu. Kita tunggu sajalah," kata Jusuf Kalla sembari tersenyum kepada wartawan di kediamannya di Jl Brawijaya No 6, Jaksel, Minggu (27/5/2012).

Jusuf Kalla memilih menunggu peluang pencapresan datang. Untuk saat ini belum ada parpol yang meminangnya secara langsung menjadi capres.

"Belumlah, nantilah," kilah JK, masih sembari tersenyum.

Peluang pencapresan JK melalui Golkar memang sudah hampir pasti kandas. Mengingat Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie memastikan percepatan rapimnasus untuk mengukuhkan pencapresannya.

Sejumlah sumber menuturkan JK akan direkrut menjadi capres Partai Nasdem. Karena JK yang masih memiliki basis kuat diyakini mampu mendongkrak suara Nasdem di pemilu perdananya tahun 2014 nanti.

"JK punya peluang cukup besar. Karena notabene yang akan maju capres akan datang orangnya itu-itu saja, jadi lebih terukur," kata Ketum Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, saat dikonfirmasi terpisah.

(van/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel