Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan

Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan

Ahmad Toriq - detikNews
Minggu, 27 Mei 2012 01:20 WIB
Jakarta -

Polisi menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur malam ini. Dari operasi tersebut sedikitnya 14 remaja usia sekolah ditangkap karena kedapatan membawa 'peralatan perang' mereka yang diduga akan digunakan untuk tawuran.

"14 anak usai sekolah ditangkap. Mereka mau tawuran malam-malam gini. Ada yang kedapatan gir dan alat-alat lainnya," ujar Kapolsek Duren Sawit Kompol Titik Setyowati kepada detikcom, Minggu (27/5/2012).

Titik menjelaskan operasi tersebut memang rutin dilakukan di wilayahnya. Hal itu untuk mengurangi dan mengantisipasi tindak kriminal yang sering terjadi di masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang mengganggu ketertiban masyarakat membuat resah, nongkrong lama-lama, motor tidak ada STNK, juga minuman keras," imbuhnya.

Titik mengatakan malam ini operasi di fokuskan di sepanjang Banjir Kanal Timur (BKT). Namun setelah dari sana petugas yang berjumlah sekitar 20 orang ini akan menyebar diberbagai wilayah lainnya di Duren Sawit.

"Masih berlangsung, anggota tidak hanya operasi di BKT tapi disekitarnya," ungkapnya.

Titik membenarkan jika dalam operasi tersebut melibatkan masyarakat. Sebab hal itu dilakukan agar para masyarakat merasa dilibatkan dalam penertiban di lingkungannya.

"Iya dilibatkan. Agar mereka merasa familiar di lingkungannya," tambahnya.

Sementara itu pantauan detikcom di BKT dekat Jalan Basuki Rahmat, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Sabtu (26/5/2012) pukul 23.20 WIB, seratusan anggota ormas yang mengendarai sekitar 50 motor menyisir pinggiran BKT. Mereka rata-rata mengenakan kopiah, sarung dan rompi berwarna hitam dengan tulisan ormas tersebut berwarna kuning dibagian punggung.

Mereka menghampiri setiap orang yang duduk di pinggir BKT. Jika kedapatan membawa minuman keras, maka kelompok itu akan mengambil tindakan.

"Pilihannya buat mereka cuma ada dua, diguyur disini atau kita serahin ke Polsek," kata salah seorang dari mereka.

(ega/ega)


Berita Terkait