Andri, adik wartawan angkasa korban Sukhoi Super Jet 100, Dodi Aviantara, merupakan satu-satunya keluarga yang akan melihat jasad kakaknya. Andri mempersiapkan betul-betul jiwa dan raganya untuk melihat korban Sukhoi itu dengan berdoa.
"Berdoa saja, semoga Allah kuatkan saya sekeluarga. Saya butuh waktu yang lumayan untuk nge-judge why this is happened. Ya beratnya di situ. Nanti kan lama-lama Insya Allah kita bisa terima," ujar Andri di depan pos antemortem RS Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (22/5/2012).
Andri datang sendiri ke RS Polri. Istri, anak, ayah dan ibu Dodi menunggu di rumah. Mereka tidak tega melihat jasad Dodi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Yanti, istri korban Anton Daryanto dari Indonesia Air Transport, juga tidak akan melihat jasad suaminya. Yanti mengaku tidak kuat melihat terakhir kali suaminya.
"Saya nggak kuat. Saya ingin mengenang yang dulu saja. Biar kakak saya saja yang melihat," kata Yanti dengan lirih.
Namun Yanti sudah mengikhlaskan kepergian suaminya. Dia berharap suaminya tenang di alam baka.
"Ikhlas ya biar bapak jalannya tenang," kata Yanti sambil ditemani Angga (30), anaknya.
(nwy/nwk)










































