Rabu, 09/05/2012 14:03 WIB

Cegah Aksi 'Koboi', Pistol Milik Polisi di Jakarta Utara Diperiksa

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta -
Kasus penyalahguanaan senjata api menjadi warni bagi pihak kepolisian. Karenanya, puluhan senjata api milik anggota Polres Jakarta Utara pun diperiksa. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir tindakan arogansi dan penyalahgunaan di lapangan.
Kapolres Jakarta Utara Kombes Mochamad Iqbal mengatakan, pemeriksaan itu dilakukan secara rutin sebagai bentuk pencegahan adanya penyalahgunaan kepemilikan senjata api anggota.

"Ini memang dilakukan sebulan sekali, rutin. Jadi bukan karena ada kasus atau apa," kata Iqbal kepada detikcom, Rabu (9/5/2012).

Iqbal mengatakan, pemeriksaan tersebut meliputi pencocokkan jenis senjata dengan izin pemakaian. Selain itu, kebersihan senjata juga diperiksa.

"Kemudian re-checking si pemegangnya apakah dia ada masalah psikologi, misalnya masalah dengan keluarganya," katanya.

Ia melanjutkan, pemeriksaan tersebut merupakan salah satu SOP yang diterapkan terhadap anggota yang diberi tanggung jawab memegang senjata api.

"Kita sudah ada SOP, periksa kelengkapan dan kerapihan. Dengan adanya SOP ini untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penyalahgunaan," jelasnya.

Selain senjata api, kepemilikan peluru senjata tersebut juga diperiksa. Setiap peluru yang dikeluarkan, harus ada pertanggung jawaban dari si pemegang.

"Peluru itu kan satu personel dikasih senjata berikut pelurunya. Berapa peluru yang dikeluarkan, harus ada berita acaranya, digunakan untuk apa, di mana dan sebagainya," paparnya.

Ia menambahkan, anggota yang diberi senjata api adalah petugas operasional. Setiap anggota yang diberi kewenangan memegang senjata api telah melalui serangkaian tes mulai dari paikologi hingga keahlian menembak.

"Senjata api pada anggota ini diberikan untuk melayani dan melindungi serta mengayomi masyarakat, tidak boleh digunakan untuk macam-macam, apalagi melakukan tindak pidana dengan senjata tersebut," tuturnya.

(mei/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel