detikcom
Rabu, 09/05/2012 13:59 WIB

Taman Wiladatika Jadi Mal, Anak Pramuka Berganti Jadi Anak Mal

Indra Subagja - detikNews
ilustrasi
Jakarta - Rencana Pramuka mengubah Taman Wiladatika di Cibubur menjadi mal dikritik. Pramuka seharusnya bisa lebih kreatif dalam pencarian dana, tidak mencari jalan pintas dengan mengubah aset berharga taman yang penuh pepohonan menjadi mal.

"Nanti anak Pramuka berubah menjadi anak mal," sindir anggota Komisi X DPR Rohmani, Rabu (9/5/2012).

Bila niatan membangun mal di area 19 hektar di seberang Cibubur Junction itu dilaksanakan pada 2013 mendatang, maka azas Pramuka yang cinta alam pun pupus. Sebab Pramuka mengedepankan alam yang lestari sesuai dasa dharma Pramuka.

"Azas Pramuka akan bergeser. Pramuka itu kan berdasarkan sukarela dan kemandirian, bukan soal dana," jelasnya.

Pola pendidikan Pramuka juga dikhawatirkan akan berubah. Pramuka lebih berorientasi kepada bisnis dan uang semata. Walau dijanjikan keuntungan Rp 510 miliar dalam 30 tahun, tapi itu tidak sebanding dengan nilai-nilai Pramuka.

"Pramuka memang harus mandiri, tetapi bukan berarti kemudian harus bangun mal," jelasnya.
(ndr/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel