detikcom
Senin, 07/05/2012 18:44 WIB

Tawuran Mahasiswa Reda, Jl Diponegoro Kembali Dibuka

Rivki - detikNews
Jakarta - Tawuran yang terjadi antara mahasiswa UKI dan YAI di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, mereda. Jalan Diponegoro yang sempat ditutup polisi, kini kembali dibuka.

Pantauan detikcom, Senin (7/5/2012), puluhan mahasiswa yang terlibat aksi lempar batu sudah kembali ke kampusnya masing-masing. Tawuran mereda sekitar pukul 18.00 WIB.

Wakapolsek Senen AKP P Siregar mengatakan, tawuran terjadi karena kesalahpahaman antar-mahasiswa. Pihaknya juga sudah meminta agar kedua belah pihak kembali melakukan mediasi supaya peristiwa itu tidak terulang.

"Tidak ada yang luka, dan tidak ada yang diamankan dalam aksi ini," ujar Siregar di lokasi.

Meski sudah reda, sekitar 50 polisi masih berjaga di lokasi. Mereka juga terus melakukan patroli. "Agar insiden ini tidak kembali terjadi," imbuhnya.

Situasi lalu lintas Jl Diponegoro setelah dibuka hingga pukul 18.40 WIB terpantau padat merayap.



(mad/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel