detikcom
Minggu, 06/05/2012 03:50 WIB

Andi Nurpati: Kasus Hambalang dan Wisma Atlet Bukan Kebijakan PD

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Ketua Departemen Komunikasi Publik DPP PD Andi Nurpati menegaskan kasus Hambalang dan Wisma Atlet yang sedang ditangani KPK bukan kebijakan PD. Namun hanya ulah oknum yang tentu harus mempertanggungjawabkannya sendiri.

"Peristiwa, masalah yang terjadi seperti Wisma Atlet dan Hambalang adalah bukan kebijakan partai tetapi oknum-oknum," tegas Nurpati.

Hal ini disampaikan Nurpati kepada detikcom, Minggu (6/5/2012).

Menurut Nurpati, PD mendorong semua oknum yang diduga terkait diproses KPK. PD juga akan menjalankan mekanisme sanksi di internal partai.

"Tindakan tegas PD sudah dilakukan sesuai mekanisme dan peraturan," katanya.

Dia berharap semua pihak menghormati proses hukum di KPK. Dan tidak terus mengait-kaitkan kedua kasus tersebut dengan sikap dan eksistensi PD sebagai parpol.

"Satu hal yang perlu ditelaah bahwa kasus Wisma Atlet dan Hambalang adalah hal-hal yang terjadi sebelum Kongres PD di Bandung, Jadi sangat tidak relevan kalau itu disebut sikap partai. Saat itu Nazar belum jadi Bendum, Angie belum jadi Wasekjen, dan Anas belum jadi Ketum. Hal ini yang belum dipahami secara utuh,"tutupnya.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.

(van/van)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    59%
    Kontra
    41%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000