detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 11:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Rabu, 02/05/2012 11:14 WIB

Pengendara Motor Kasus 'Koboy Palmerah' Juga Diperiksa

Ferdinan - detikNews
Pemotor baju biru/youtube
Jakarta - Pengendara motor yang terlibat cek-cok dengan anggota TNI AD ikut diperiksa Polisi Milter AD (Pomad). Si pengendara dimintai keterangan tentang kronologi pertengkaran yang videonya direkam dan diunggah ke situs Youtube. Namun belum diketahui hasil dari pemeriksaannya.

"Iya, dia dimintai keterangan di Pomdam Jaya. Semua sudah, saksi-saksi diproses dimintai keterangan," kata Kepala Dinas Penerangan AD (Kadispenad), Brigjen Pandji Suko Hari Yudho, di kantornya, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2012).

Pandji mengaku belum mengetahui hasil dari pengembangan pemeriksaan Kapten A, anggota Detasemen Markas Besar TNI AD, pengendara motor termasuk saksi mata yang melihat kejadian.

"Kita kan belum tahu, masih pemeriksaan di sana. Ini kan tahapannya begitu, mungkin saksi ada 5 atau 6, juga belum tahu. Tapi yang jelas sudah saya telepon ke Danpom Jaya, saksi-saksi yang ada di situ sudah dipanggil," terangnya.

Karena hasil pemeriksaan. belum rampung maka belum diketahui kesalahan Kapten A termasuk sanksi yang akan diberikan. "Belum tahu, kita kan enggak tahu dia dijerat pasal apa. Dari hasil pemeriksaan nanti, ternyata dia begini-begini, dari saksi-saksi dia begini begini, apa mukul betul?" kata Pandji.

Namun jenis sanksi yang biasa dikenakan kepada anggota yang melanggar di antaranya penundaan kenaikan pangkat, pencopotan jabatan dan sanksi yang terberat adalah pemecatan.

"Kalau dari hasil pemeriksaan itu sudah jelas nanti, KSAD menyampaikan tidak ada tolerir. Kalau memang harus dipecat, ya dipecat. Tapi kan semuanya dilihat dari pemeriksaan," imbuh dia.

Dalam tayangan di Youtube, pengendara motor berhelm, berkaos biru, bercelana selutut, tampak berani 'melayani' Kapten A yang bersenjata. Sebelum cekcok terjadi, Kapten A menyatakan, pemotor itu mengetuk jendela mobilnya dan berujar,"'jangan mentang-mentang aparat seenaknya saja'. TNI AD menyebut pemotor itu juga bertindak arogan.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fdn/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%