Selasa, 01/05/2012 11:25 WIB
Peringati May Day, Buruh-Mahasiswa Yogya Nyanyi 'Iwak Peyek'
Aksi yang dilakukan secara bergelombang itu dipusatkan di kawasan Malioboro, gedung DPRD DIY hingga titik nol kilometer atau di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta.
Beberapa elemen yang turun ke jalan di antaranya Federasi Serikat Buruh Independen Indonesia (FSBII) Bantul, Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY), Komite Aksi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Forum LSM DIY, Aliansi Rakyat Yogyakarta (ARY), Aliansi Rakyat Menggugat (ARM), Paguyuban Buruh Kemudo, Paguyuban Buruh Gendong, BEM-KM UGM, HMI, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) dan lain-lain.
Semua aksi diawali dari tempat parkir Abu Bakar Ali di sebelah utara Hotel Inna Garuda atau di selatan pintu KA Stasiun Tugu. Mereka kemudian melakukan longmarch menuju halaman DPRD DIY di Jl Malioboro dan berakhir di titik nol kilometer.
Selain berorasi secara bergantian, yang menarik dari aksi itu massa bersama-sama menyanyikan lagu "Iwak Peyek". Namun lirik lagu itu diubah atau dipelesetkan menjadi lirik yang menyuarakan protes nasib kaum buruh.
Lirik lagu itu, "Iwak peyek, iwak peyek, sego jagung, BBM mundak, BBM mundak (naik-red), rakyate buntung. Di sini kita menagih janji, mengapa outsourcing dilegalkan, mengapa upah buruh direndahkan," sambil mengibarkan bendera organisasi serikat pekerja masing-masing.
Sepanjang aksi di kawasan Malioboro, massa juga melakukan aksi teatrikal. Empat orang peserta aksi memerankan sebagai buruh dengan tubuh dilumuri cat merah dengan kaki diikat kotak dari kardus hitam mendorong sebuah becak yang ditunggangi seorang pengusaha.
Sedangkan massa lainnya saat menggelar aksi halaman DPRD DIY melakukan aksi tidur di lantai dan berjalan mundur. Aksi itu sebagai ungkapan protes presiden dan wapres hanya tidur tidak memperhatikan nasib kaum buruh. Aksi jalan mundur sebagai ungkapan kemunduran nasib rakyat dan kaum buruh.
Sekjen ABY, Kirnadi dalam orasinya menyatakan pihaknya menolak dan menuntut dihapuskan sistem kontrak atau outsourcing. Sebab sistem tersebut hanya menguntungkan pengusaha dan sistem outsourcing tidak sesuai dengan aturan pengupahan. Buruh diperas tenaganya, bila sudah habis masa kerja, diputus kontraknya.
"Sistem outsourcing adalah bentuk perbudakan modern atau gaya baru, itu harus dihapuskan," teriak Kirnadi.
Dia juga mengkritik rendahnya Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY yang lebih rendah dibanding daerah lain serta adanya pemberangusan serikat pekerja di beberapa perusahaan, bahkan akan ikut aksi Mayday juga dihalang-halangi.
"Kami juga meminta pemerintah untuk tidak merealisasikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan turunkan harga sembako. Berikan jaminan sosial untuk buruh dan menolak diskriminasi buruh perempuan," katanya.
Selama aksi berlangsung massa tidak mendapatkan pengawalan ketat dari aparat. Polisi hanya mengatur agar arus lalu lintas di sepanjang Malioboro tidak macet atau tersendat.
(bgs/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Ini Instruksi SBY Terkait Masalah Gunung Padang dan Lumpur Lapindo
819 share this. -
Puluhan Ribu Warga Palembang Saksikan Jembatan 'Ampera Berwarna'
649 share this. -
Rekening Gendut Aiptu LS, Berapa Gaji Normal Polisi Berpangkat Aiptu?
637 share this. -
Gita Wirjawan Upayakan Harga Daging Tetap Stabil saat Ramadhan
586 share this. -
Ingin Lomba Paduan Suara di Hongkong, Mahasiswi UNS Minta Dibantu Jokowi
528 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 19/05/2013 12:57 WIB
Massa 'Jokowi Presidenku 2014' Aksi di Bundaran HI
-
Minggu, 19/05/2013 12:29 WIB
Korban Diperkosa Geng Motor Klewang Karena Tak Bayar 'Pajak Preman'
-
Minggu, 19/05/2013 12:06 WIB
Wakapolri: Kita Takkan Biarkan Ada Geng Motor di Jalan
-
Minggu, 19/05/2013 12:04 WIB
Menakertrans Kunjungi Korban Luka Longsor Freeport di RS Premier Bintaro
-
Minggu, 19/05/2013 11:58 WIB
WNA Nepal Mabuk Tabrak Sikun Hingga Tewas
-
Minggu, 19/05/2013 12:24 WIB
Korban Diperkosa Geng Motor Klewang Karena Tak Bayar 'Pajak Preman'
-
Minggu, 19/05/2013 11:05 WIB
Ketika Ketua Komnas HAM Ditanya Andai Jadi Jokowi Soal Waduk Pluit
-
Minggu, 19/05/2013 11:49 WIB
Polisi Depok Tangkap 66 Orang Geng Motor, Termasuk 5 Siswi
-
Minggu, 19/05/2013 11:58 WIB
WNA Nepal Mabuk Tabrak Sikun Hingga Tewas
-
Minggu, 19/05/2013 10:55 WIB
Polisi Tertibkan Aksi Geng Motor di Jakarta, 13 Motor Kena Tilang
-
Minggu, 19/05/2013 10:02 WIB
Saat Muda-mudi Trendi Disuguhi Ubi dan Bajigur di Bundaran HI
-
Minggu, 19/05/2013 09:12 WIB
Seorang Pria Tewas Dikeroyok Geng Motor di Semarang
-
Minggu, 19/05/2013 09:26 WIB
Takut Tak Lulus UN, Siswi SMP Tewas Gantung Diri
-
445 Komentar
-
230 Komentar
-
229 Komentar
-
226 Komentar
-
211 Komentar
-
204 Komentar
-
201 Komentar
-
181 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,834.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Minggu, 19/05/2013 08:20 WIB
Ini Aturan yang Melarang Anggota Polri Berbisnis
-
Minggu, 19/05/2013 06:27 WIB
Rekening Gendut Aiptu LS, Berapa Gaji Normal Polisi Berpangkat Aiptu?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

.gif)





_5.gif)



Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
