detikcom
Selasa, 01/05/2012 09:21 WIB

Jaga Demo Buruh, Aparat Kosongkan Senpi & Tinggalkan Semprotan Merica

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Polisi siap mengamankan demonstrasi buruh untuk memperingati May Day hari ini. Dalam penjagaannya, polisi diminta mengosongkan senjata apinya (senpi) dan tidak membawa semprotan merica.

"Perhatikan teman-teman yang bawa senpi tolong dikosongkan. Dan yang membawa semprotan merica harap dikumpulkan, tidak boleh dibawa," kata komandan pengamanan demo di DPR, Kapolsek Tanah Abang AKBP Johanson.

Hal itu disampaikan dia dalam apel yang digelar di halaman gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (1/5/2012). Apel diikuti ratusan 500-an aparat gabungan TNI/Polri.

"Anda di sini melakukan penangkapan atas dasar perintah, bukan inisiatif sendiri," imbuh Johanson.

Dia menambahkan untuk pengamanan di DPR, cara bertindaknya sama dengan tanggal 30 Maret lalu. Untuk diketahui, 30 Maret lalu di DPR digelar demo menolak kenaikan harga BBM.

"Untuk Brimob akan dibagi dua, sementara kegiatan May Day akan difokuskan di Gelora Bung Karno dan Tennis Indoor. Setelah selesai di sini nanti, lalu mereka akan bergerak ke Gelora Bung Karno lalu ke Tennis Indoor," terang Johanson.

Dia berharap tidak terjadi chaos. Akan tetapi kalau terjadi chaos akan dikoordinasikan dengan komandan pengamanan masing-masing.

Di halaman gedung DPR telah disiagakan mobil pemadam kebakaran, water cannon, dan barracuda untuk mengawal aksi buruh di May Day ini. 500 Personel pasukan gabungan dari TNI dan Polri juga telah bersiaga di halaman gedung.

(vit/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel