detikcom
Minggu, 29/04/2012 20:31 WIB

Pengeras Suara di Masjid, Hasyim: Jangan Ganggu Orang Tidur, Kecuali Azan

Hendrik I Raseukiy - detikNews
Dok Detikcom
Depok - Mantan Ketum PBNU Hasyim Muzadi menilai tidak ada yang salah dengan anjuran Wapres Boediono mengenai volume pengeras suara masjid. Antara ibadah dan kepentingan orang banyak memang harus sejalan.

"Di hadits, (suara mengaji) memang tidak boleh keras-keras. Tidak boleh mengganggu orang tidur," kata Hasyim usai haul di Ponpes Al Hikam, Kukusan, Depok, Jabar, Minggu (29/4/2012) malam.

Hasyim menyatakan, pengeras suara harus digunakan secara bijaksana. Untuk azan, memang harus keras agar terdengar baik sampai jarak yang relatif jauh. Tapi di luar kepentingan itu, maka volume pengeras suara harus dijaga agar tidak malah mengganggu warga.

"Yang kadang jadi masalah kan, pas nggak azan, suaranya mengganggu," katanya.

Pengasuh Ponpes Al Hikam ini menambahkan, ada baiknya, pengelola masjid mengontrol volume pengeras suara pada saat ibadah seperti zikir, mengaji, atau yang lain. Tujuannya, agar suara-suara yang ditimbulkan tidak menggangu masyarakat sekitar.

"Ya kita harus sama-sama mengerti, kepentingan ibadah dan masyarakat sekitar. Kan masyarakat beda-beda kepentingannya," ujarnya.

Haul dan kirim doa bagi orangtua Hasyim Muzadi dihadiri ratusan ulama dan santri. Cagub Fauzi Bowo atau Foke juga sempat hadir dalam acara tersebut.

(try/lh)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close