Jumat, 27/04/2012 12:00 WIB
Selain Pelajar, Dubes RI Juga Pernah Tolak Kunker DPR di Luar Negeri
Khusus di luar negeri, aksi penolakan tidak hanya dilakukan oleh para pelajar. Salah seorang dubes RI di Swiss juga sempat mengecam kunjungan DPR ke luar negeri. Menurut catatan detikcom, Jumat (27/4/2012), Dubes RI di Swiss, Djoko Susilo, pernah ikut menentang kunjungan kerja anggota Dewan ke luar negeri pada April 2011. Dia pun pernah menolak permintaan kunjungan karena menilai aktivitas itu tidak efektif.
"Berdasarkan pengalaman saya setahun jadi dubes. Bukan hanya di Swiss tapi berdasarkan informasi dari teman-teman dubes di Eropa seperti Belanda, Jerman dan Prancis, 90 persen tidak ada manfaatnya," kata Djoko.
Djoko menolak dengan tegas kunjungan kerja yang bersifat asal-asalan. Bagi politisi PAN ini, kunjungan ke luar negeri bisa dibenarkan asal memiliki tujuan yang jelas.
Karena itu, Djoko menolak setiap kunjungan anggota Dewan ke Swiss jika tak memiliki agenda yang pasti. Bila kegiatan yang dilakukan kurang dari 70 persen waktu kunjungan, jangan harap bisa mendapat izin dari Djoko.
"Kalau tidak seperti itu, batalkan saja. Saya pernah menolak kunjungan DPRD Sumatera dia datang ke sini 5 hari, tapi hanya mengalokasikan 5-6 jam untuk acara," tegasnya.
Aksi penolakan kunker DPR kel luar negeri yang dilakukan pelajar pernah dilakukan dua kali. Pertama, terjadi di Australia pada tahun lalu. Saat itu, Ketua PPI Australia M Subhan Zein meminta kunjungan anggota Komisi VII DPR ke negeri Kanguru pada April-Meil 2011 dibatalkan.
Alasannya, kunjungan itu dilakukan bertepatan dengan masa reses paskah parlemen Australia. Karena itu, kunjungan tidak akan efektif karena tak ada pengambil kebijakan yang bisa ditemui.
Namun, akhirnya kunjungan tetap dilakukan. Para anggota DPR bersikukuh apa yang dilakukannya bukan pelesir, melainkan untuk menggodok RUU Fakir Miskin.
Tapi cerita tak berhenti di situ. Saat pertemuan dengan para mahasiswa, terjadi insiden lucu ketika para anggota Dewan lupa alamat email komisi VIII dan malah mengarang alamat email tertentu, yakni Komisi VIII @yahoo.com.
Sedangkan yang terbaru adalah kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Jerman. Kunjungan ini mendapat kejutan dari mahasiswa Indonesia yang kuliah di sana. Mereka menyentil anggota dewan yang bertandang ke Berlin.
Aksi ini terekam dengan baik dalam video yang diupload di Youtube tanggal 25 April 2012. Lewat summary singkat video itu diinformasikan pertemuan terjadi tanggal 24 April 2012.
Video berjudul 'Aksi Protes PPI Berlin-Jerman Terhadap Komisi I DPR-RI' dibuka dengan gambar kedatangan anggota dewan di Airport Tegel-Berlin. Tertulis di subtitle video 'Beberapa membawa keluarga'.
Ada sekitar 15 mahasiswa dari PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU yang datang dalam acara itu. Selain berorasi mereka juga merentangkan spanduk putih yang berisi tulisan kritik dalam warna merah.
Di akhir pidato, orator berwajah muda usia itu berkata,"Dengan melihat rendahnya urgensi kedatangan yang telah menghabiskan dana Rp 3,1 miliar, kami Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) bersama dengan PPI Berlin dan NU Jerman menolak kedatangan ibu-bapak wakil rakyat berserta keluarga dan rombongan."
Dengan semua aksi penolakan ini, apakah anggota Dewan tetap akan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri?
Anak seorang pembantu raih nilai UN tertinggi se-Jawa Timur. Saksikan kisahnya di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.
(mad/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
1,983 share this. -
Anggota Komisi X Ragu Kelulusan UN Hasil Kejujuran Siswa
944 share this. -
Napi Tato Tweety Jual Sabu: Di Penjara Tak Ada yang Gratis
689 share this. -
Demi Hidup Mewah, Pegawai Bank Rela Alih Profesi Jadi Pengedar Sabu
487 share this. -
PPATK Siap Bantu KPU Awasi Dana Pemilu
448 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 24/05/2013 14:57 WIB
DPW PKS: Kasus LHI Mengganggu, KPK Harus Ungkap Sejelas-jelasnya
-
Jumat, 24/05/2013 14:55 WIB
Fahri Hamzah Minta Darin Mumtazah Tak Penuhi Panggilan KPK
-
Jumat, 24/05/2013 14:49 WIB
Anulir Putusan Bebas, MA Vonis Eks Bupati Lumajang 5 Tahun Penjara
-
Jumat, 24/05/2013 14:44 WIB
DPP dan DPW PKS Kumpul di Bidakara, Tak Bahas Rencana Keluar Koalisi
-
Jumat, 24/05/2013 14:43 WIB
Kericuhan di LP Salemba, 2 Orang Luka Tusuk
-
Jumat, 24/05/2013 13:06 WIB
Jokowi Tak Gentar Dengan Ancaman Interpelasi DPRD DKI
-
Jumat, 24/05/2013 13:39 WIB
Hakim Selingkuhi 4 Wanita, Ketua MA: Itu Kesalahan Fatal
-
Jumat, 24/05/2013 13:37 WIB
Melihat dari Dekat Rumah Mewah Luthfi Hasan di Kebagusan
-
Jumat, 24/05/2013 12:12 WIB
4 Cerita Luthfi dan 'Hobi' Pijat di Rumah Darin
-
Jumat, 24/05/2013 14:28 WIB
Ini Dia Wanita Pemberani yang Berhadapan dengan Pembunuh Tentara Inggris
-
Jumat, 24/05/2013 13:55 WIB
Pengembang: Rumah di Kebagusan Bukan Atas Nama Darin Mumtazah
-
Jumat, 24/05/2013 14:21 WIB
Di Mata Temannya, Darin Dikenal Sosok yang Suka Bercanda
-
Jumat, 24/05/2013 14:15 WIB
Kasus Video Porno, Indra Rekan Wabup Bogor Ditahan di Kebon Waru
-
580 Komentar
-
364 Komentar
-
220 Komentar
-
216 Komentar
-
205 Komentar
-
167 Komentar
-
145 Komentar
-
136 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 12:47 WIB
BPK Laporkan 22 Perusahaan Pengeksploitasi Tambang Ilegal ke KPK
-
Jumat, 24/05/2013 12:12 WIB
4 Cerita Luthfi dan 'Hobi' Pijat di Rumah Darin
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
