detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 11:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 25/04/2012 11:05 WIB

Video Mesum Mirip Anggota DPR Diduga Direkam dengan HP Pintar

Nurvita Indarini - detikNews
pesatnews
Jakarta - Masyarakat digegerkan kabar video mesum mirip anggota DPR. Anggota DPR yang juga pakar telematika, Roy Suryo, menduga video tersebut direkam dengan menggunakan smart phone atau HP pintar yang memiliki kamera cukup bagus.

"Saya sampaikan patut diduga diambil dengan smart phone, atau HP berkamera. Bisa merek N atau yang lain," ujar Roy dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (25/4/2012).

Dia menambahkan, sulit dibantah atau disangkal kalau pelaku perempuan di video itu memang anggota DPR. Namun Roy tidak bisa memastikan siapa pemeran laki-laki dalam video tersebut.

Dengan semakin tinggi teknologi gadget, Roy mengatakan siapa pun harus berhati-hati. Jika merekam sesuatu dengan HP pintar maka harus berhati-hati ketika akan menservis atau menjual HP-nya.

"Pertama dari sisi teknis perlu antisipasi siapa pun, agar berhati-hati dengan teknologi gadget. Yang terjadi di kasus ini, direkam dengan smart phone. Mungkin HP pernah diservis atau memorinya di-copy di tempat lain lalu tersebar," papar Roy.

Roy mempersilakan Badan Kehormatan (BK) DPR untuk mendatangkan ahli telematika independen untuk mendalami video tersebut. Dia yakin ahli telematika independen dapat menganalisa kapan video tersebut dibuat.

"Analisa kapan dibuat, ahli telematika saja yang menguji," sambung politikus dari Partai Demokrat ini.

Disebut-sebut dua politikus PDIP terkait dalam video tersebut, yakni Karolin dari Komisi IX DPR dan Aria Bima. Karolin yang dikonfirmasi wartawan tidak mengangkat telepon selulernya. Pesan singkat yang dikirim juga tidak berbalas. Sedangkan Aria Bima menyatakan dirinya tidak terlibat dalam masalah itu.

"Ini rumor atau isu yang saya tidak tahu dari nama awalnya dan siapa yang menggulirkannya. Saya rasa saya juga tidak perlu menanggapi masalah itu karena saya tidak terlibat dalam masalah itu," ujar Aria saat ditemui detikcom di sebuah tempat di Solo, seusai berkunjung ke produsen dan distributor pupuk di Dapil V Jateng (Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten), Selasa (24/4) kemarin.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(vit/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%