detikcom
Senin, 23/04/2012 16:53 WIB

Tragis! Tidak Dibelikan PS, Bocah 4 Tahun Tembak Mati Ayahnya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ilustrasi
Riyadh, - Tragis! Gara-gara tidak dibelikan PlayStation (PS) oleh ayahnya, bocah ini menembak mati sang ayah.

Peristiwa ini terjadi di Arab Saudi seperti diberitakan harian Saudi, Asharq dan dilansir kantor berita AFP, Senin (23/4/2012).

Diberitakan media tersebut, anak laki-laki berumur 4,7 tahun itu mengambil pistol ayahnya dan menembak sang ayah di bagian kepala. Demikian keterangan yang disampaikan kepolisian di wilayah Jizan selatan.

Menurut surat kabar Saudi tersebut, sang anak telah meminta ayahnya untuk membelikan sebuah PS. Namun ketika sang ayah pulang ke rumah tanpa membawa barang pesanan si bocah, peristiwa maut itu pun terjadi.

Saat sang ayah sedang berganti baju, pria itu pun meletakkan pistol yang dibawanya. Ketika itulah, si anak dengan cepat meraih senjata api tersebut dan langsung menembakkannya ke sang ayah. Penembakan dari jarak dekat itu pun berakhir fatal dengan kematian pria tersebut.

Tidak disebutkan kapan insiden itu terjadi. Juga tidak disebutkan apakah polisi telah menahan balita tersebut.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ita/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%