detikcom
Jumat, 13/04/2012 15:07 WIB

Mesum di Warnet Dikira Perkosaan, Dua Remaja di Depok akan Dinikahkan

Hendrik I Raseukiy - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Depok - Dua remaja tertangkap mesum di toilet warnet di Depok, Jabar. Kasusnya sempat dilaporkan polisi karena dikira perkosaan, tapi kemudian bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Keluarga kedua pihak sepakat akan menikahkan keduanya.

Si cewek merupakan siswi kelas dua SMP berusia 14 tahun. Sedangkan pacarnya merupakan sopir angkot berusia 18 tahun. Informasi di kepolisian, keduanya tertangkap tangan melakukan hubungan suami istri, Kamis (12/4/2012) tengah malam.

"Perbuatan keduanya diketahui penjaga warnet dan dilaporkan ke polisi," kata Kapolsek Pancoran Mas Kompol Agus Salim kepada detikcom di kantornya, Jalan Raya Sawangan, Depok, Jumat (13/4/2012).

Awalnya, peristiwa itu sempat diproses sebagai kasus perkosaan, sehingga aparat sempat menahan si cowok. Namun setelah diperiksa polisi lebih teliti, si cewek mangaku tidak diperkosa, namun berdasarkan suka sama suka.

"Mereka sudah sering melakukan hungungan itu sebelumnya," ujar Agus.

Tadi pagi, Jumat (13/4/2012), kedua remaja itu diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok. Di tempat itulah, keluarga kedua belah pihak berdamai dan siap menikahkan kedua remaja tersebut.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(try/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%