Dicapreskan Golkar, Ical Dinilai Belum Layak Jadi Negarawan

Dicapreskan Golkar, Ical Dinilai Belum Layak Jadi Negarawan

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Selasa, 10 Apr 2012 07:07 WIB
Dicapreskan Golkar, Ical Dinilai Belum Layak Jadi Negarawan
Jakarta -

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical kemungkinan besar akan diusung maju sebagai Capres pada 2014 nanti. Sayangnya, Ical dinilai tidak memiliki sosok kenegarawanan untuk memimpin Indonesia.

"Belum memenuhi standard dan kapabilitas kenegarawanan," ujar pengamat politik UI Iberamsjah kepada detikcom, Selasa (10/4/2012).

Selain itu, jika ical 'ngotot' untuk maju perebutan capres, maka ada beberapa catatan sejarah yang telah mencoreng nama Ical seperti pada kasus lumpur Lapindo atau pada kasus pajak Gayus yang menyeret perusahaan Ical.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bala bagi Ical dan bermasalah," terangnya.

Iberamsjah juga mengingatkan para kader Golkar yang saat ini mengusung Ical bahwa suara partai Golkar tidak lagi besar seperti pada tahun-tahun sebelumnya. "Pasti ke depan akan kalah tertinggal dengan PKS," kata Iberamsjah.

Selain itu, mengingat pengalaman Jusuf Kalla (JK) yang gagal meraih simpati suara di Pulau Jawa, maka kasus serupa bisa saja terjadi kepada Ical.

"Kenapa JK yang sedemikan hebat terbentur di Jawa, ada soal primordialisme juga," jelasnya.

Malahan, Iberamsjah menyarankan kembali untuk mencalonkan kembali JK sebagai capres dari Golkar dan mengkritik mekanisme Golkar yang telah menghilangkan konvensi.

"JK jauh di atas Ical dan orang mengakuinya. Kenegarawan JK dan prestasi dia di PMI sangat menonjol sekali. Ini yang jadi pertimbangan ical, makanya dia meniadakan konvensi," ujarnya.

(tfq/rmd)


Berita Terkait