Senin, 09/04/2012 21:14 WIB
SBY Minta Para Haji Jadi 'Corong Pemerintah' Soal Penghematan Energi
"Saya meminta kepada para haji yang menjadi para tokoh dan panutan di daerah masing-masing untuk aktif membantu pemerintah dalam sosialisasi gerakan nasional penghematan energi," ujar Presiden SBY saat memberikan sambutan pada tasyakutan Harlah ke-22 IPHI di Diamond Convention Center, Solo, Senin (9/4/2012) malam.
SBY meminta para haji secara gamblang memaparkan kepada rakyat di daerahnya masing-masing tentang harga minyak dunia yang melejit saat ini, cadangan minyak nasional yang semakin menipis, serta konsumsi minyak yang semakin membengkak. Selain itu, SBY juga meminta warga golongan mampu dan kaya untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi karena secara moral dinilai tidak tepat.
Selain itu, semua pihak juga diminta mewaspadai penyelundupan BBM dari tanah air keluar negeri karena perbedaan harga yang cukup tinggi antara harga minyak di dalam negeri dengan harga minyak di negara lain.
"Karena itulah dibutuhkan kesadaran bersama dalam upaya menyelamatkan perekonomian nasional. Kepada seluruh rakyat harus melakukan penghematan besar-besaran dalam penggunaan BBM dan juga listrik. Hanya dengan cara demikianlah perekonomian kita akan terselamatkan dengan baik," pungkas SBY.
Tampak hadir dalam acara tersebut di antaranya mantan Wapres Try Sutrisno, Ketua DPR RI Marzuki Alie, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Koperasi Syarif Hasan, Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dan sejumlah anggota DPR RI. Dari kalangan partai, tampak hadir Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.
Penimbunan BBM gunakan macam cara untuk menimbun bbm.Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.
(mbr/rmd)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Gempa 5,2 SR Terjadi di Pacitan
1,530 share this. -
27 Juta Warga Jateng Hari Ini Tentukan Gubernur Baru
742 share this. -
Mahfud MD Siap Jadi Capres atau Cawapres
530 share this. -
KPAI: Jangan Terjebak Gedung 'Wah', Pentingkan Kurikulum
527 share this. -
Perusak Mercy Milik Sendiri di JCC Diduga Mabuk
506 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 26/05/2013 10:44 WIB
Baleg: RUU Pertembakauan Didukung Karyawan dan Industri Rokok
-
Minggu, 26/05/2013 10:24 WIB
Pilgub Jateng
Cawagub Heru Tak Peduli Perolehan Suara: Yang Penting Menang
-
Minggu, 26/05/2013 10:20 WIB
Baru Diusulkan 2 Bulan, RUU Pertembakauan Tiba-tiba Masuk Prolegnas DPR
-
Minggu, 26/05/2013 10:16 WIB
Kondisi Kaca Retak, Ini Dia Mobil Mercy yang Dirusak Pemiliknya Sendiri
-
Minggu, 26/05/2013 09:38 WIB
Ketika Kosmonot Rusia Fasih Nyanyikan Lagu Rayuan Pulau Kelapa
-
Minggu, 26/05/2013 10:15 WIB
Kondisi Kaca Retak, Ini Dia Mobil Mercy yang Dirusak Pemiliknya Sendiri
-
Minggu, 26/05/2013 09:20 WIB
Interpelasi Jokowi Berlebihan, Hanya Mencari-cari Kesalahan
-
Minggu, 26/05/2013 08:47 WIB
Usai Tabrak Trotoar, Pengemudi Tetap Pacu Mercy Hingga Ban Rusak
-
Minggu, 26/05/2013 09:38 WIB
Ketika Kosmonot Rusia Fasih Nyanyikan Lagu Rayuan Pulau Kelapa
-
Minggu, 26/05/2013 08:32 WIB
Masih Trauma, Saksi Kasus Cebongan Menolak Bersaksi di Pengadilan
-
Minggu, 26/05/2013 09:05 WIB
Cagub Bibit Waluyo Optimis Menangi Pilgub Jateng
-
Minggu, 26/05/2013 07:11 WIB
Perusak Mercy Milik Sendiri di JCC Diduga Mabuk
-
Minggu, 26/05/2013 10:24 WIB
Cawagub Heru Tak Peduli Perolehan Suara: Yang Penting Menang
-
545 Komentar
-
262 Komentar
-
209 Komentar
-
207 Komentar
-
188 Komentar
-
155 Komentar
-
138 Komentar
-
128 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Minggu, 26/05/2013 05:01 WIB
Prajurit Perancis Ditikam Saat Berpatroli
-
Minggu, 26/05/2013 04:31 WIB
Polisi Inggris Tangkap 3 Orang Terkait Pembunuhan Sadis Tentara
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
