detikcom
Senin, 09/04/2012 19:14 WIB

Soal Gugatan UN, Mendikbud: Tidak Relevan!

Prins David Saut - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, menilai pemanggilan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta terkait gugatan UN 2006 tidak relevan. Karena dinilai kejadian sekitar 6 tahun silam tidak relevan dengan saat ini.

"Saya melihatnya tidak relevan, kejadian 2006 tapi keputusannya sekarang. Padahal selama ini prosesnya jalan terus," kata Nuh kepada wartawan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2012).

Nuh menilai gugatan tersebut telat karena kementeriannya telah meningkatkan kualitas pendidikan. Peningkatan tersebut dilakukan tanpa diminta, dicontohkan dalam bentuk akses informasi.

"Saya dapat menunjukkan apa yang sudah berubah kok. Jadi istilahnya telat, sudah nggak zamanlah. Untuk meningkatkan kualitas, diminta atau tidak kita tingkatkan. Akses informasi yang lengkap di daerah juga sudah kita lakukan. Tapi ini (peningkatan-red) semua tidak akan pernah selesai," terang Nuh.

Nuh berpendapat UN 2012 tetap jalan karena amar putusan yang menjadi dasar gugatan adalah UN 2006, bukan 2010 atau 2011. Sehingga Nuh meyakini apa sudah dilakukan oleh kementeriannya sudah berjalan, baik diminta atau pun tidak.

"UN tetap jalan, karena kejadian yang disidangkan, yang jadi amar putusan itu kejadian 2006, jadi putusan ini yang didasarkan tahun 2006. Bukan putusan yang didasarkan kejadian 2010 atau 2011 kemarin. Kita yakin apa yang kita lakukan itu sudah jalan. Diminta atau tidak itu sudah kita lakukan, itu sudah tugas kita," terang Nuh.

Nuh menjelaskan dirinya akan memenuhi panggilan tersebut dengan merumuskan jawaban dan alasan dari kementeriannya. Ia juga mempertimbangkan putusan yang sudah dijalankan kementeriannya atau belum dan semangat siswa agar tidak mengganggu proses pembelajaran mereka.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(vid/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
MustRead close