detikcom
Sabtu, 07/04/2012 09:21 WIB

Ota: Pernyataan Denny & BNN Tertutup Rekayasa yang Terorganisir

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Tudingan bertubi-tubi yang diarahkan ke Wamenkum HAM Denny Indrayana membuat gerah mantan anggota santas pemberantasan mafia hukum Mas Acmad Santosa. Pria yang akrab disapa Ota ini menilai pernyataan Denny dan BNN yang membantah adanya pemukulan tertutup oleh rekayasa yang teroganisir.

"Rekayasa serangan terhadap Wamenkumham luar biasa dahsyat dan sangat terorganisir. Testimony kesaksian BNN yang satu rombongan dengan Wamenkumham yang menyatakan tidak ada pemukulan oleh Denny terpatahkan dengan rekayasa penggalangan opini publik untuk mendelegitimasi Denny," tutur Ota di Jakarta, Jumat (7/4/2012).

Ota menyatakan dirinya telah mendengar uraian mengenai sidak di LP Pekanbaru dari BNN dan Denny beserta bukti yang dibawanya. Dia percaya dengan penjelasan dua belah pihak itu.

"Dan saya kenal Denny sudah 11 tahun sehingga saya tahu betul karakter dan integritasnya," papar Ota.

Seperti diberitakan, Dirjen Pemasyarakatan Sihabudin mempersoalkan atasannya, Wamen Denny Indrayana, bersama petugas BNN yang menggerebek bandar narkoba tidak berkoordinasi dengan dirinya selaku Dirjen. Kecaman terhadap tindakan Denny lalu bermunculan dari lingkungan Ditjen PAS. Untuk meredakan ketidakharmonisan di lingkungan keluarga kementeriannya, Menkum HAM Amir Syamsuddin lalu mengumumkan pembentukan TPF insiden sidak Denny dan membekukan MoU instansinya dengan BNN yang baru berusia 4 bulan.





Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(fjp/mei)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000