detikcom
Jumat, 06/04/2012 00:27 WIB

4 Tersangka Pengedar Sabu di Batam Masuk Jaringan Malaysia

Andri Haryanto - detikNews
ilustrasi
Batam - 4 Tersangka peredaran sabu yang ditangkap tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Kepulauan Riau (Kepri) diketahui merupakan jaringan asal Malaysia. Lagi-lagi, barang haram yang diselundupkan ke Indonesia berasal dari Negeri Jiran.

"Sabu diakui tersangka dari Malaysia dan masuk melalui jalur perairan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Benny Joshua Mamoto, dalam keterangan pers di Polres Balerang, Batam, Kamis (5/4/2012).

Keempat tersangka tersebut berdasarkan pemeriksaan sementara merupakan 'pelaksana lapangan'. Untuk otak jaringan sendiri hingga saat ini masih terus dalam pengejaran pihak BNN dan Polda Kepri.

"Terus dilakukan kerjasama dengan pihak berwenang di Malaysia untuk memburu jaringan pemasok sabu," jelas Benny.

Disinggung wilayah peredaran sabu, Benny belum memastikan bila wilayah peredaran jaringan tersebut tertuju ke Lapas-Rutan di wilayah Riau dan Kepri. "Masih terus dikembangkan," katanya.

Sementara itu, Kapolda Kepri, Brigjen Pol Yotje Mende mengakui bila para tersangka tersebut merupakan salah satu sindikat internasional.

"Peredaran sabu di Batam ini termasuk ke dalam jaringan Internasional," kata Yotje di tempat sama.

(ahy/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel