detikcom
Jumat, 06/04/2012 00:02 WIB

PLN: Listrik di Jakarta Sudah Normal Semua

Wahyu Daniel - detikNews
Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan pemadaman listrik di kawasan Jakarta sudah selesai. Gangguan yang sempat terjadi di Gardu Induk Cawang pun sudah diperbaiki.

"Pukul 21.20 WIB mulai ada yang nyala kembali secara bertahap dan berangsur-angsur pulih. Pukul 22.10 WIB daerah yang padam sudah normal dan menyala semua," kata Humas PLN, Bambang Dwiyanto, kepada detikcom, Kamis (5/4/2012).

Menurut Bambang, pemadaman terjadi karena ada gangguan di saluran udara tegangan ekstra tinggi atau sutet 500 kV Muara tawar - Cawang. Hal ini membuat Gardu Induk TET Cawang hilang tegangan dan menyebabkan beberapa gardu induk yang dipasok GITET Cawang mengalami pemadaman.

Ada pun gardu induk yang mengalami pemadaman berada di wilayah: Gardu Induk Karet Lama, Gardu Induk Taman Rasuna, Gardu Induk Mampang Baru, Gardu Induk Pulo Mas, Gardu Induk Gambir Lama, Gardu Induk Duren Tiga, Gardu Induk AGP, Gardu Induk Cipinang, Gardu Induk Gambir Lama.

"PLN mohon maaf atas kekurangnyamanan ini," ucap Bambang.

(mad/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel