Pemerkosaan tersebut terjadi saat Zack Thompson dan rekan-rekannya, termasuk korban, tengah berlibur ke Albufeira, Portugal, pada 12 September 2009 lalu. Saat itu, Thompson baru berusia 18 tahun dan korban berusia 17 tahun. Demikian seperti dilansir oleh The Sun, Jumat (30/3/2012).
Di persidangan, Thompson mengakui dirinya tengah mabuk saat kejadian dan dia tidak bisa mengingat apapun setelah mabuk. Ketika ditanya apakah dirinya telah memperkosa si gadis, Thompson hanya menjawab: "Saya tidak ingat, mungkin."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Thompson terus mempertahankan pembelaannya yang sedikit aneh tersebut dalam persidangan. Namun jaksa Dawn Pritchard bersikeras bahwa pemerkosaan tersebut dilakukan Thompson dalam keadaan sadar.
Bukti kuatnya adalah hasil penelitian psikolog asal Amerika Serikat (AS) yang juga merupakan ahli gangguan tidur, Profesor Mark Pressman, terhadap perilaku Thompson. Menurut profesor tersebut, perilaku Thompson tidak mencerminkan karakter seseorang yang menderita gangguan tidur, yakni tidur sambil berjalan.
Menghadapi argumen jaksa tersebut, Thompson akhirnya menarik pernyataannya yang menyebut dirinya tengah tidur sambil berjalan saat kejadian.
Dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Nottingham, Hakim John Milmo pun menyatakan Thompson bersalah dan menjatuhkan vonis 6 tahun penjara terhadapnya. Hakim Milmo menyebut, perbuatan Thompson tersebut memiliki dampak sangat buruk kepada korban.
(nvc/ita)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini