"Bagi Presiden SBY tidak ada menghebohkan bila partai oposisi dan underbouw-nya menggelar unjuk rasa lengkap dengan atribut partai dan foto pimpinannya," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa.
Di dalam pesan yang dikirimkannya melalui SMS, Selasa (27/3/2012), dipaparkannya bahwa di negara lain yang menerapkan demokrasi juga merupakan praktek yang wajar bila kader partai oposisi berunjuk rasa mengenakan atribut khas mereka. Baik itu dikenakan sebagai identitas pengenal kelompok maupun menegaskan posisinya sebagi partai oposisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut guru besar ilmu politik dari Universitas Airlangga ini praktik yang ganjil bila sikap atau tindakan beroposisi justru ditampilkan oleh parpol anggota koalisi. Aksi beroposisi di parlemen namun mempertahankan kadernya di dalam kabinet merupakan preseden politik yang tidak memberikan pelajaran positif.
"Berseberangan terhadap koalisi pemerintah dengan mempertahankan menteri-menterinya di kabinet hanya menimbulkan lelucon politik. Saya pikir, tindakan semacam itu hanya memperolok diri sendiri," ujar Daniel.
(lh/nrl)