Istana: Wajar Pengunjukrasa Kenakan Atribut Partainya

Istana: Wajar Pengunjukrasa Kenakan Atribut Partainya

- detikNews
Selasa, 27 Mar 2012 15:22 WIB
Jakarta - Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri melarang kadernya berunjuk rasa dengan mengenakan atribut partai yang dia pimpin. Namun bagi Presiden SBY, sangat wajar bila ada kelompok kader partai politik mengusung atribut khas masing-masing dalam unjuk rasa yang mereka gelar.

"Bagi Presiden SBY tidak ada menghebohkan bila partai oposisi dan underbouw-nya menggelar unjuk rasa lengkap dengan atribut partai dan foto pimpinannya," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa.

Di dalam pesan yang dikirimkannya melalui SMS, Selasa (27/3/2012), dipaparkannya bahwa di negara lain yang menerapkan demokrasi juga merupakan praktek yang wajar bila kader partai oposisi berunjuk rasa mengenakan atribut khas mereka. Baik itu dikenakan sebagai identitas pengenal kelompok maupun menegaskan posisinya sebagi partai oposisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu khas partai oposisi di mana pun. Bagi publik juga lebih mudah memetakan siapa beroposisi apa," jelas Daniel.

Menurut guru besar ilmu politik dari Universitas Airlangga ini praktik yang ganjil bila sikap atau tindakan beroposisi justru ditampilkan oleh parpol anggota koalisi. Aksi beroposisi di parlemen namun mempertahankan kadernya di dalam kabinet merupakan preseden politik yang tidak memberikan pelajaran positif.

"Berseberangan terhadap koalisi pemerintah dengan mempertahankan menteri-menterinya di kabinet hanya menimbulkan lelucon politik. Saya pikir, tindakan semacam itu hanya memperolok diri sendiri," ujar Daniel.


(lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads