Senin, 26/03/2012 05:11 WIB

Partisipasi Pemilih dalam Pemilu Kada DKI 2012 Diprediksi Meningkat

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jakarta, - Masyarakat ditawari banyak alternatif pilihan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) dalam Pemilu Kada DKI Jakarta 2012. Hal ini diprediksi mampu mendongkrak partisipasi pemilih yang ikut serta dalam Pemilu Kada kali ini.

"Tingkat partisipasi malah diprediksi akan meningkat," ujar Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari saat berbincang dengan detikcom, Minggu (25/3/2012) malam.

Qodari mengamati, pada Pemilu Kada 2007 silam yang hanya terdapat dua pasang kandidat, banyak warga yang enggan menggunakan hak suaranya karena jagoan mereka tidak ikut maju. Hal ini berimbas pada rendahnya tingkat partisipasi pemilih kala itu.

"Dulu yang mendukung pak Sarwono Kusumaatmadja lumayan banyak, tapi beliau tidak bisa maju, akibatnya pendukungnya banyak tidak memilih," terangnya.

Kondisi tersebut dibandingkan dengan kondisi saat ini, dimana terdapat 6 pasangan calon, dinilai akan menarik antusiasme masyarakat Jakarta untuk menggunakan hak pilihnya. Namun dengan catatan, pendataan para pemilih harus berjalan baik tanpa adanya masyarakat yang 'dipaksa' golput karena salah pendataan.

"Sekarang calon dari banyak partai, penudukung akan lebih antusias mengikuti Pilkada, dengan catatan pendataan pemilu harus diperbaiki," tandas Qadari.

Ada enam pasang calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta yang akan berebut suara pada Pemilu Kada DKI Jakarta 2012. Mereka adalah Alex Noerdin-Nono Sampono, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Foke-Nachrowi Ramli dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.

Sementara Faisal Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Soepandji-A Riza Patria ikut bersaing di kontestasi politik lima tahunan ini melalui jalur independen.

Pemungutan suara Pemilu Kada DKI 2012 akan digelar pada 11 Juli mendatang


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/vid)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%