Minggu, 25/03/2012 16:30 WIB
Patroli Tengah Malam, Dua Polisi Depok Digoda Kuntilanak
Kisah ini bermula saat kedua polisi itu melintasi kawasan sepi pukul 00.00 WIB, Jumat (23/3/2012). Dengan mengendarai motor, mereka sedang mencari tersangka curanmor di Kampung Bilabong, Jalan Raya Tanjong, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Tetapi bukannya penjahat yang ditemui, namun malah makhluk dari 'dunia lain' yang sedang duduk di bawah rerimbunan pohon.
Daerah yang berjarak sekitar 2 km dari Mapolsek memang dikenal sepi. Lepas pukul 21.00 WIB nyaris tak ada penggunan jalan yang melewati kawasan tersebut karena terpencil yang dipenuhi oleh perkebunan pohon rambung untuk bahan dasar karet.
"Saya mendapat cerita dari anak buah saya, Joko sama temannya diikuti kuntilanak ketika sedang patroli dinihari," ujar Kapolsek Bojonggede AKP Bambang Irianto di Mapolsek Bojonggede, Jalan Raya Tonjong, Minggu (25/3/2012).
"Awalnya kuntilanak tersebut duduk di bawah pohon, kemudian terbang dari pohoh ke pohon sembari mengeluarkan suara ringkikan menyeramkan. Anggota sempat mengacungkan pistol, tapi apa gunanya, malah diketawain," tutur Irianto menirukan cerita Joko.
Tak ada cara lain yang dilakukan kedua anggota selain berdoa dan menguatkan mental supaya tidak kalah dengan godaan lelembut itu.
Seluruh polsek di jajaran Polresta Kota Depok memang diperintahkan Kapolresta Kota Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni untuk lebih giat melakukan patroli tengah malam sampai dini hari. Alasannya, tindak kejahatan kerap terjadi di waktu-waktu tersebu. Nah, ada kalanya, bukan penjahat yang ditemui, melainkan godaan makhluk halus seperti yang menimpa Aiptu Joko dan Brigadir Iwan.
Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.
(nrl/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Out Of Control, Terios Tabrak Pohon dekat TPU UI
456 share this. -
Hujan Diperkirakan Guyur Wilayah Jabodetabek Sore Hingga Malam Hari Ini
438 share this. -
Ketika Orang Rusia Belajar Bahasa Indonesia
426 share this. -
KPK Pertimbangkan Periksa Darin Mumtazah di Kediamannya
407 share this. -
Nekat! Perempuan Ini Interupsi Pidato Presiden AS Barack Obama
390 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 25/05/2013 11:01 WIB
Begitu Dapat Kerugian Negara Hambalang dari BPK, KPK akan Tahan Tersangka
-
Sabtu, 25/05/2013 11:01 WIB
3 Aksi Fathanah Bikin Luthfi Semakin 'Gila'
-
Sabtu, 25/05/2013 10:24 WIB
KPK Tak Berhenti Sampai di Luthfi Hasan
-
Sabtu, 25/05/2013 10:12 WIB
Fahri Sebut Ada Festival di Kasus Luthfi, Ini Tanggapan Bambang Widjojanto
-
Sabtu, 25/05/2013 10:08 WIB
KPK Kantungi Data Lengkap Soal Pengusaha Yudi Setiawan dan Luthfi
-
Sabtu, 25/05/2013 09:51 WIB
4 Gebrakan Ahok Preteli Fasilitas Anak Buah
-
Sabtu, 25/05/2013 09:26 WIB
Pengacara: Sebelum Potong 'Burung', NN Kerap SMS Kalimat Vulgar
-
Sabtu, 25/05/2013 10:51 WIB
3 Aksi Fathanah Bikin Luthfi Semakin 'Gila'
-
Sabtu, 25/05/2013 10:12 WIB
Fahri Sebut Ada Festival di Kasus Luthfi, Ini Tanggapan Bambang Widjojanto
-
Sabtu, 25/05/2013 09:07 WIB
Ini Alasan Keluarga Abdul Muhyi Tolak Ajakan Nikah NN
-
Sabtu, 25/05/2013 09:44 WIB
5 Rekam Jejak Darin di Sekolah
-
Sabtu, 25/05/2013 10:19 WIB
KPK Tak Berhenti Sampai di Luthfi Hasan
-
Sabtu, 25/05/2013 09:05 WIB
Yulia Jenguk Fathanah di Sel, Nasihati Agar Tak Tinggalkan Sefti
-
551 Komentar
-
367 Komentar
-
249 Komentar
-
206 Komentar
-
205 Komentar
-
174 Komentar
-
145 Komentar
-
139 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Sabtu, 25/05/2013 00:19 WIB
Angka Kelulusan SMK di Semarang Menurun
-
Jumat, 24/05/2013 23:42 WIB
Berandai-andai Jokowi Dimakzulkan DPRD, Ahok: Bagus Dong, Bisa Nyapres
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
