Jumat, 09/03/2012 15:00 WIB

FPI Demo Anti Liberal, Bundaran HI Macet

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Demo sekitar 150 orang massa dari Front Pembela Islam (FPI) membuat lalu lintas Bundaran HI macet parah. Massa memarkir motor dan mobil yang mereka gunakan di untuk mencapai Bundaran HI diparkir di sekitar kawasan itu.

Pantuan detikcom, Jumat (9/3/2012), para demonstran yang terdiri dari wanita, anak-anak dan pria ini bekumpul di sekeliling Bundaran HI. Mereka kebanyakan pakaian serba putih. Demonstrasi ini mengusung isu penurunan harga BBM dan Indonesia damai tanpa liberal.

Akibat demo itu lalu lintas dari Thamrin dan Sudirman macet total. Busway Koridor I yang melewati lokasi itu juga terhambat oleh demo itu. Ada tujuh bus TransJ yang terjebak akibat demonstasi itu.

Cuaca yang gerimis tidak membuat para demonstran membubarkan diri. Para demonstran juga membawa sebuah bener berukuran 5 x 4 meter. Dalam bener itu terlihat foto Hanung Bramantyo dan juga Ulil Abshar-Abdalla.

Foto Hanung dibuat sedang mengibarkan bendera komunis di pinggir pantai. Pada bagian bawah foto itu terdapat tulisan 'Musnahkan intelek-intelek iblis'. Baner ini kemudian dirobek-robek dan ditendang-tendang oleh demonstran. Selain massa FPI demo ini juga didukung oleh massa dari FUI, Gerakan Reformasi Islam (Garis).


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nal/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%