Detik.com News
Detik.com
Kamis, 08/03/2012 20:10 WIB

Parah! Hanya 4 Anggota Komisi III DPR Hadiri Rapat Bareng PPATK

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Parah! Hanya 4 Anggota Komisi III DPR Hadiri Rapat Bareng PPATK Foto: Elvan/detikcom
Jakarta - Semakin malam, semakin sedikit anggota Komisi III DPR yang ikut rapat kerja. Rapat bersama PPATK dan BNPT malam ini hanya dihadiri tiga anggota DPR plus ketua rapat, Ketua Komisi III DPR Benny K Harman.

"Yang kami hormati Bapak Anggota Komisi III DPR kali ini yang hadir cuma tiga orang, kalau bisa disiarkan langsung supaya masyarakat dapat melihat," kata Benny saat membuka rapat kerja Komisi III DPR dengan PPATK dan BNPT di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/3/2012).

Pantauan detikcom di ruang rapat Komisi III DPR, hanya tiga anggota yang hadir yakni, Dasrul Jabbar (FPD), Paskalis Kossay (Fraksi Golkar), dan Otong Abdurrahman (FPKB). Kursi ruang rapat Komisi III pun kosong melompong.

Agenda rapat membahas anggaran BNPT dan PPATK. Rapat ini dirangkai oleh Komisi III dengan rapat dengan Kejagung dan Kapolri yang digelar siang hari tadi.

"Rapat dengan rapat Kepala PPATK dan Kepala BNPT dan jajarannya yang kami hormati mengenai anggaran," kata Benny.

Namun Benny menuturkan rapat ini sah. Karena dalam rangkaian rapat dari pagi ada 24 anggota yang meneken daftar hadir. "Dari pagi ada 24 anggota yang mengisi daftar hadir dari 7 fraksi minus Hanura dan Gerindra, maka rapat ini dilanjutkan walaupun hanya dihadiri oleh 4 orang," kata Benny.

Rapat yang dijadwalkan mulai pukul 19.30 juga molor dan baru dimulai pukul 20.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan Ketua PPATK M Yusuf masih memaparkan anggaran PPATK.

Rapat Komisi III sebelumnya dengan Kejagung dan Polri juga molor masing-masing 1 jam. Rapat dengan Kapolri bahkan hanya dihadiri 6 anggota Komisi III DPR.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%