Robohnya apartemen ini dilaporkan dipicu oleh ledakan gas pada salah satu bloknya. Ledakan gas ini menghancurkan 4 lantai pertama hingga menimbulkan lubang besar, dan kemudian sisa lantai di atasnya roboh.
Yang menarik, hanya sekitar satu lajur yang roboh seperti membentuk celah, sedangkan blok apartemen yang ada di kanan dan kiri masih berdiri tegak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, dilaporkan ada 14 orang yang masih belum diketahui nasibnya. Diduga, mereka terjebak di bawah puing-puing bangunan. Petugas penyelamat masih menyisir puing-puing bangunan untuk mencari korban yang masih hilang.
Pihak Kementerian Urusan Darurat Rusia menyatakan, ledakan yang berimbas pada robohnya apartemen ini disebabkan oleh kebocoran gas. Namun, sejumlah laporan lainnya menyebutkan, ada seorang penghuni apartemen yang sengaja bunuh diri dengan meledakkan diri.
"Nasib 14 orang masih belum diketahui hingga saat ini," ujar Wakil Menteri Urusan Darurat, Pavel Popov seperti dikutip Interfax.
Sedangkan Kementerian Kesehatan menyebut bahwa 12 orang luka-luka akibat insiden ini, termasuk 2 anak-anak. Seluruh korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin telah memerintahkan dibentuknya komisi khusus yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Viktor Zubkov. Komisi ini bertugas untuk menyelidiki penyebab insiden ini.
(nvc/ita)