detikcom
Selasa, 28/02/2012 15:06 WIB

Nasabah Tertipu Rp 40 Juta, Koperasi: Disetujui atau Tidak, Uang Hangus

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Pihak Koperasi Artama Dana Bersama membantah telah menipu calon nasabahnya, Hein Kereh. Pihak koperasi beralasan, uang Rp 40 juta milik Hein adalah biaya operasional yang tidak bisa dikembalikan.

Marketing Koperasi Artama Dana Bersama, Sandra mengatakan bahwa uang tersebut sudah menjadi ketentuan bagi para calon nasabah yang hendak meminjam dana.

"Itu biaya operasional. Cair atau tidak, uang itu hangus dengan sendirinya," kata Sandra saat dihubungi wartawan, Senin (27/2/2012) kemarin.

Sandra mengatakan, penyerahan dana dari calon kreditur sudah menjadi ketentuan baku koperasi. Menurutnya, ia sendiri telah menjelaskan aturan tersebut kepada Hein.

"Pak Hein juga sudah dikasih penjelasan, ada surat pernyataannya kok diatas materai," kata Sandra.

Persyaratan penyerahan uang operasional itu, kata Sandra, adalah kebijakan dari pihak koperasi.

"Yang menentukan bukan saya. Saya hanya marketing, ini kan perusahaan," katanya.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/gun)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%