Selasa, 28/02/2012 15:06 WIB

Nasabah Tertipu Rp 40 Juta, Koperasi: Disetujui atau Tidak, Uang Hangus

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Pihak Koperasi Artama Dana Bersama membantah telah menipu calon nasabahnya, Hein Kereh. Pihak koperasi beralasan, uang Rp 40 juta milik Hein adalah biaya operasional yang tidak bisa dikembalikan.

Marketing Koperasi Artama Dana Bersama, Sandra mengatakan bahwa uang tersebut sudah menjadi ketentuan bagi para calon nasabah yang hendak meminjam dana.

"Itu biaya operasional. Cair atau tidak, uang itu hangus dengan sendirinya," kata Sandra saat dihubungi wartawan, Senin (27/2/2012) kemarin.

Sandra mengatakan, penyerahan dana dari calon kreditur sudah menjadi ketentuan baku koperasi. Menurutnya, ia sendiri telah menjelaskan aturan tersebut kepada Hein.

"Pak Hein juga sudah dikasih penjelasan, ada surat pernyataannya kok diatas materai," kata Sandra.

Persyaratan penyerahan uang operasional itu, kata Sandra, adalah kebijakan dari pihak koperasi.

"Yang menentukan bukan saya. Saya hanya marketing, ini kan perusahaan," katanya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/gun)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%