Penyidik KPK Terus Lacak Jejak Ali Mudhori di Lumajang
Sabtu, 25/02/2012 12:53 WIB
Lumajang
Upaya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk melacak jejak DR H Ali Mudhori di Kabupaten Lumajang, sebagai saksi kunci yang dibutuhkan Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan kasus dugaan suap Dana PPIP di Papua yang melibatkan terdakwa Dadong Irbarelawan dan I Nyoman Suisnaya, masih terus berlanjut.
Bahkan, Tim Penyidik KPK yang terdiri dari 7 personil juga masih berada di Kota Pisang ini. Hal itu disampaikan Kapolres Lumajang AKBP Susanto ketika dikonfirmasi detikcom di Mapolres Lumajang, Sabtu (25/2/2012) pagi.
Menurut Perwira Menengah (Pamen) mantan Kapolres Sumenep, Madura ini, sesuai surat yang diterima jajarannya, dimana Tim KPK meminta bantuan pengamanan untuk menyerahkan surat panggilan ketiga kepada Ali Mudhori, tidak disampaikan berapa lama berada di Lumajang.
"Yang jelas Tim KPK masih berada di Lumajang. Bisa satu hari, dua hari atau sampai memastikan sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/2/2012) mendatang, dihadiri oleh Ali Mudhori," kata AKBP Susanto.
Meski demikian, Kapolres tidak menyebutkan dimana Tim KPK tinggal selama berada di Lumajang. Karena, pihaknya hanya diminta untuk menyiapkan tim guna melakukan pengamanan saja. "Itu urusan Tim KPK. Pastinya, kita dimintai bantuan pengamanan selama mereka melaksanakan tugas di sini. Dan itu yang kita laksanakan," terang AKBP Susanto.
Sementara itu, rumah DR H Ali Mudhori dari pantauan detikcom tetap sepi dan kosong melompong. Rumah mewah yang terletak di Jl. Pisang Agung II/1, Kelurahan Kepuharjo ini, tetap terkunci rapat pagarnya.
Di balik agar tinggi yang mengelilingi rumah mewah yang dibangun dengan biaya miliaran rupiah itu, tetap tidak ada aktivitas apapun. Sama seperti sehari sebelumnya, di mana Tim Penyidik KPK dengan pegawalan ketat puluhan aparat Polres Lumajang mendatangi rumah tersebut, yang juga kondisi kosong tanpa penghuni.
Di balik pagar, tepatnya di arah garasi juga tidak terparkir satupun kendaraan, baik mobil maupun motor. Padahal, biasanya di sana terparkir sejumlah mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Innova dan sejumlah mobil lainnya.
Sedangkan, malam sebelumnya sempat terjadi preseden, ketika Tim KPK mendatangi rumah. Di mana, Tim Penyidik KPK sempat mendatangi rumah keluarga Ali Mudhori di Jl. Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Kota Lumajang, mendapatkan penolakan.
Awalnya, petugas yang datang ke rumah ini, sulit menemui penghuni rumah. Sebab, rumah terkunci rapat. Namun, Tim Penyidik KPK yang datang dengan dikawal puluhan aparat Polres Lumajang, kemudian berupaya mengetok-ngetok pintu rumah dan meminta penghuninya keluar.
Sampai akhirnya, dipastikan jika di dalam rumah ada penghuninya, meski tidak mau membukakan pintu. Penghuni yang saat itu berada di dalam rumah yang diketahui milik mertua DR H Ali Mudhori ini, adalah Ghofur, kakap iparnya.
Tak lama kemudian, petugas Polres Lumajang berusaha meminta keluar meski tetap tidak dibukakan pintu. Sampai akhirnya, petugas tetap berusaha masuk bersama Tim Penyidik KPK hingga Ghofur yang ternyata telah membawa gayung berisi air, menyiramkannya kepada Tim Penyidik KPK.
Tak ayal, guyuran air itu membuat sejumlah Tim Penyidik KPK dan juga personil Polres Lumajang pun terkena getahnya hingga baju yang dikenakan basah. Singkat saja, terjadi perselisihan antara Ghofur dan Tim Penyidik KPK yang menyatakan dirinya tidak tahu-menahu dengan yang dilakukan DR H Ali Mudhori.
Bahkan, ketika Tim Penyidik KPK menyerahkan surat yang harus diterima oleh Ghofur, pria ini tetap ngotot menolaknya. ”Kalau mau ditaruh di meja, silahkan saja. Tapi, saya tidak mau terima dan tidak bertanggungjawab kalau hilang,” kata Ghofur lagi.
Kenyataan itu tetap tak digubris oleh Tim Penyidik KPK yang tetap meletakkan surat panggilan ketiga untuk politisi yang juga mantan anggota Tim Asistensi Menakertrans Muhaimin Iskandar tersebut. Selanjutnya, Tim Penyidik KPK dengan pengawalan ketat aparat Polres Lumajang bergeser dari rumah mertua Ali Mudhori.
Dari pantauan detikcom, Sabtu (25/2/2012) pagi, rumah mertua Ali Mudhori terlihat sepi tanpa ada penghuni dan pintu terkunci rapat. Setelah kedatangan Tim Penyidik KPK, tampaknya penghuni rumah memilih untuk menutup diri.
Lantas, di mana keberadaan Ali Mudhori kini? Itulah yang masih berusaha dipastikan Tim Penyidik KPK untuk melacak, sekaligus menyerahkan surat panggilan ketiga sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta serta memastikan kehadiran politisi yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Lumajang ini.
(bdh/gah)
Bahkan, Tim Penyidik KPK yang terdiri dari 7 personil juga masih berada di Kota Pisang ini. Hal itu disampaikan Kapolres Lumajang AKBP Susanto ketika dikonfirmasi detikcom di Mapolres Lumajang, Sabtu (25/2/2012) pagi.
Menurut Perwira Menengah (Pamen) mantan Kapolres Sumenep, Madura ini, sesuai surat yang diterima jajarannya, dimana Tim KPK meminta bantuan pengamanan untuk menyerahkan surat panggilan ketiga kepada Ali Mudhori, tidak disampaikan berapa lama berada di Lumajang.
"Yang jelas Tim KPK masih berada di Lumajang. Bisa satu hari, dua hari atau sampai memastikan sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/2/2012) mendatang, dihadiri oleh Ali Mudhori," kata AKBP Susanto.
Meski demikian, Kapolres tidak menyebutkan dimana Tim KPK tinggal selama berada di Lumajang. Karena, pihaknya hanya diminta untuk menyiapkan tim guna melakukan pengamanan saja. "Itu urusan Tim KPK. Pastinya, kita dimintai bantuan pengamanan selama mereka melaksanakan tugas di sini. Dan itu yang kita laksanakan," terang AKBP Susanto.
Sementara itu, rumah DR H Ali Mudhori dari pantauan detikcom tetap sepi dan kosong melompong. Rumah mewah yang terletak di Jl. Pisang Agung II/1, Kelurahan Kepuharjo ini, tetap terkunci rapat pagarnya.
Di balik agar tinggi yang mengelilingi rumah mewah yang dibangun dengan biaya miliaran rupiah itu, tetap tidak ada aktivitas apapun. Sama seperti sehari sebelumnya, di mana Tim Penyidik KPK dengan pegawalan ketat puluhan aparat Polres Lumajang mendatangi rumah tersebut, yang juga kondisi kosong tanpa penghuni.
Di balik pagar, tepatnya di arah garasi juga tidak terparkir satupun kendaraan, baik mobil maupun motor. Padahal, biasanya di sana terparkir sejumlah mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Innova dan sejumlah mobil lainnya.
Sedangkan, malam sebelumnya sempat terjadi preseden, ketika Tim KPK mendatangi rumah. Di mana, Tim Penyidik KPK sempat mendatangi rumah keluarga Ali Mudhori di Jl. Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Kota Lumajang, mendapatkan penolakan.
Awalnya, petugas yang datang ke rumah ini, sulit menemui penghuni rumah. Sebab, rumah terkunci rapat. Namun, Tim Penyidik KPK yang datang dengan dikawal puluhan aparat Polres Lumajang, kemudian berupaya mengetok-ngetok pintu rumah dan meminta penghuninya keluar.
Sampai akhirnya, dipastikan jika di dalam rumah ada penghuninya, meski tidak mau membukakan pintu. Penghuni yang saat itu berada di dalam rumah yang diketahui milik mertua DR H Ali Mudhori ini, adalah Ghofur, kakap iparnya.
Tak lama kemudian, petugas Polres Lumajang berusaha meminta keluar meski tetap tidak dibukakan pintu. Sampai akhirnya, petugas tetap berusaha masuk bersama Tim Penyidik KPK hingga Ghofur yang ternyata telah membawa gayung berisi air, menyiramkannya kepada Tim Penyidik KPK.
Tak ayal, guyuran air itu membuat sejumlah Tim Penyidik KPK dan juga personil Polres Lumajang pun terkena getahnya hingga baju yang dikenakan basah. Singkat saja, terjadi perselisihan antara Ghofur dan Tim Penyidik KPK yang menyatakan dirinya tidak tahu-menahu dengan yang dilakukan DR H Ali Mudhori.
Bahkan, ketika Tim Penyidik KPK menyerahkan surat yang harus diterima oleh Ghofur, pria ini tetap ngotot menolaknya. ”Kalau mau ditaruh di meja, silahkan saja. Tapi, saya tidak mau terima dan tidak bertanggungjawab kalau hilang,” kata Ghofur lagi.
Kenyataan itu tetap tak digubris oleh Tim Penyidik KPK yang tetap meletakkan surat panggilan ketiga untuk politisi yang juga mantan anggota Tim Asistensi Menakertrans Muhaimin Iskandar tersebut. Selanjutnya, Tim Penyidik KPK dengan pengawalan ketat aparat Polres Lumajang bergeser dari rumah mertua Ali Mudhori.
Dari pantauan detikcom, Sabtu (25/2/2012) pagi, rumah mertua Ali Mudhori terlihat sepi tanpa ada penghuni dan pintu terkunci rapat. Setelah kedatangan Tim Penyidik KPK, tampaknya penghuni rumah memilih untuk menutup diri.
Lantas, di mana keberadaan Ali Mudhori kini? Itulah yang masih berusaha dipastikan Tim Penyidik KPK untuk melacak, sekaligus menyerahkan surat panggilan ketiga sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta serta memastikan kehadiran politisi yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Lumajang ini.
(bdh/gah)
Baca Juga
- Ali Mudhori Siap Hadir di Pengadilan Tipikor Senin
- Sampaikan Panggilan Ketiga, KPK Geruduk Rumah Ali Mudhori
- Masih Periksa Pihak Lain, KPK Belum Akan Periksa Angie untuk Hambalang
- Nasir Nilai SBY Perlu Klarifikasi 2 Menteri yang Kecipratan Uang Nazar
- Prijanto 'Laporkan' Foke ke KPK Terkait Dugaan Korupsi
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 13:17 WIB
Pemuda Tewas di Ciputat, Diduga Over Dosis
-
Senin, 21/05/2012 13:16 WIB
Masa Penahanan John Kei Dibantarkan
-
Senin, 21/05/2012 13:16 WIB
Terdakwa Bom Bali I Umar Patek Dituntut Hukuman Seumur Hidup
-
Senin, 21/05/2012 13:04 WIB
Santunan Rp 1,25 M untuk Korban Sukhoi Tak Bisa Ditawar Lagi
-
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Pencuri Moge di Semarang Berhasil Dibekuk
-
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Pencuri Moge di Semarang Berhasil Dibekuk
-
Senin, 21/05/2012 12:46 WIB
Umar Patek Sibuk Korek-korek Kuping, Sidang Jeda Sebentar
-
Senin, 21/05/2012 10:45 WIB
Bantu Evakuasi Sukhoi, Mapala UI Dapat Segepok Duit Dibungkus Koran
-
Senin, 21/05/2012 11:33 WIB
Demi Memori Terakhir, Keluarga Korban Sukhoi Aan Tak akan Lihat Jasad
-
696 Komentar
-
441 Komentar
-
356 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,776.000
- Rp 5,978.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
