Prostitusi Kelas Atas di Kota Cirebon Terungkap
Kamis, 16/02/2012 16:22 WIB
Tersangka/Faiq Resha-detikcom
Cirebon
Polres Cirebon Kota mengungkap sindikat prostitusi kelas atas di Kota Cirebon yang sering dijuluki Kota Wali ini, Kamis (16/2/2012).
Polisi mengamankan 4 orang pelaku yang terdiri dari 1 laki-laki dan 3 perempuan. Mereka adalah Nn (20) asal Bandung status PSK, E, laki-laki (25) asal Bandung yang berstatus sebagai mucikari, RD dan ST yang berstatus sebagai perantara.
"Sindikat prostitusi ini tergolong kelas atas. Mereka menggunakan hotel berbintang di Kota Cirebon, sebagai tempat check in," kata Kasat Reskrim Cirebon Kota, AKP Didik Purwanto, di Mako Polres Cirebon Kota Jl Veteran 5 Kota Cirebon.
Menurut Didik, keempat orang yang kini ditetapkan sebagai tersangka, berhubungan menggunakan telepom genggam.
"Ini yang menyulitkan kita mengungkap jaringan mereka yang telah lama beroperasi di Kota Cirebon," lanjut Didik.
Modus mereka, jika ada pelanggan yang menghubungi sindikat ini, E menghubungi kembali si pelanggan, tawar menawar harga.
"Tarifnya antara Rp 1 hingga 2 juta untuk sekali transaksi," kata Didik. Setelah harga disetujui, salah satu dari kurir mengantar PSK ke kamar hotel yang sudah disepakati. Biasanya ada 4 hotel berbintang yang sering dijadikan tempat check in, yaitu hotel H, P, Z dan B.
Saat penggrebegan tadi pagi, pelanggan PSK berhasil kabur. "Bocor, sehingga pelanggan kabur, " alasan Didik.
Saat ini, anggora Reskrim Polres Cirebon Kota masih intensif memerika keempat tersangka. "Kami menduga, jaringan mereka lebih besar dari yang tertangkap," kata Didik.
(nrl/nrl)
Polisi mengamankan 4 orang pelaku yang terdiri dari 1 laki-laki dan 3 perempuan. Mereka adalah Nn (20) asal Bandung status PSK, E, laki-laki (25) asal Bandung yang berstatus sebagai mucikari, RD dan ST yang berstatus sebagai perantara.
"Sindikat prostitusi ini tergolong kelas atas. Mereka menggunakan hotel berbintang di Kota Cirebon, sebagai tempat check in," kata Kasat Reskrim Cirebon Kota, AKP Didik Purwanto, di Mako Polres Cirebon Kota Jl Veteran 5 Kota Cirebon.
Menurut Didik, keempat orang yang kini ditetapkan sebagai tersangka, berhubungan menggunakan telepom genggam.
"Ini yang menyulitkan kita mengungkap jaringan mereka yang telah lama beroperasi di Kota Cirebon," lanjut Didik.
Modus mereka, jika ada pelanggan yang menghubungi sindikat ini, E menghubungi kembali si pelanggan, tawar menawar harga.
"Tarifnya antara Rp 1 hingga 2 juta untuk sekali transaksi," kata Didik. Setelah harga disetujui, salah satu dari kurir mengantar PSK ke kamar hotel yang sudah disepakati. Biasanya ada 4 hotel berbintang yang sering dijadikan tempat check in, yaitu hotel H, P, Z dan B.
Saat penggrebegan tadi pagi, pelanggan PSK berhasil kabur. "Bocor, sehingga pelanggan kabur, " alasan Didik.
Saat ini, anggora Reskrim Polres Cirebon Kota masih intensif memerika keempat tersangka. "Kami menduga, jaringan mereka lebih besar dari yang tertangkap," kata Didik.
(nrl/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Raut Muka Datar Keluarga Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
Selasa, 22/05/2012 12:00 WIB
Diusulkan Jadi Capres 2014, Ibu Ani: Tak Tepat Waktunya Tanya Itu
-
Selasa, 22/05/2012 11:57 WIB
Nurhayati Jabat Ketua FPD, Pasek Gantikan Benny Jadi Ketua Komisi III ?
-
Selasa, 22/05/2012 11:56 WIB
BK DPR Selidiki Dugaan Kasus Asusila Ketua Fraksi Hanura
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB
Ini Cara Menggulingkan Kepala Daerah yang Telah Divonis Tetap
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
