Kamis, 09/02/2012 00:41 WIB
Ojek Motor Bernama Djakarta di Senegal
Sepeda motor, yang sebagian besar merupakan produk China ini, merupakan salah satu alat transportasi utama di kota suci umat Tidianiya ini. Sekretaris Kedua Bidang Penerangan dan Sosial Budaya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dakar, Rheinhard Sinaga menyatakan, menurut warga Tivaouane, penyebutan nama Djakarta bagi ojek karena dahulu sepeda motor tersebut sebagian besar diimpor dari Jakarta.
"Hal ini menjelaskan kenapa ejaan Djakarta masih menggunakan ejaan lama Dj bukan J. Sehingga para pemakai motor menyebut motornya dari Djakarta, lalu kemudian berkembang menjadi motor Djakarta," kata Rheinhard melalui email dari Dakar, Rabu (8/2/2012).
Indonesia, ujar Rheinhard, pernah menjadi pengekspor motor terbesar ke kawasan Afrika Barat pada era 80-90an, namun kemudian kalah bersaing dengan motor buatan Cina. Mantan Dubes Mali untuk Indonesia yang berkedudukan di Tokyo, Mdm. Maemunnah, pertama sekali mengenal Indonesia justru dari motor Djakarta yang ada di Mali.
Bahkan informasi yang diperoleh dari Mdm. Maemunnah, yang disampaikan kepada Andradjati, Dubes RI di Dakar saat ini, ketika masih menjabat sebagai Direktur Afrika Kemlu RI, Presiden Mali berencana akan kembali mengimpor motor dari Indonesia. Hal ini, peluang bisnis bagi eksportir motor Indonesia untuk menjual produk kendaraan roda dua ke Mali dan negara-negara di wilayah Afrika Barat lainnya.
Sekarang ini, model transportasi motor Djakarta ini memiliki peran penting bagi masyarakat untuk bergerak cepat dari satu tempat ke tempat lain di wilayah Afrika Barat, antara lain seperti Senegal dan Mali, mengingat kemacetan yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Djakarta menjadi pilihan yang tepat dibanding menggunakan mobil, apalagi di waktu jalanan sedang macet.
Di Tivaouane, transportasi motor Djakarta dipakai untuk mencari rezeki nomplok sebagai ojek untuk mengangkut penumpang dengan biaya yang jauh lebih murah daripada taxi. Apalagi pada saat perayaan Maulud, di mana umat yang merayakan berjumlah ratusan ribu orang menyemuti kota.
Menurut cerita tukang ojek motor di Tivaouane, dalam pada kondisi normal, biasanya sekali jalan penumpang membayar ongkos sebesar Francs 200 (setara dengan Rp. 4000, dengan asumsi Francs 1 = Rp. 20), tapi pada saat perayaan Maulud awal Februari lalu, penumpang bisa membayar sampai dengan Francs 600 per angkut. Rata-rata penghasilan tukang ojek bisa mencapai Francs 25.000 per hari, dan dari jumlah itu para tukang ojek harus menyetorkan Francs 2.000 kepada pemilik motor Djakarta dan menikmati sisanya.
Jika penumpang lagi banyak, bisnis ojek menjadi sangat menggiurkan. Apalagi seperti pada hari-hari besar saat orang banyak membutuhkan ojek, tukang ojek bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan besar dan bisa ditabung untuk membeli motor Djakarta tanpa meminjam kepada pemilik.
"Bahkan mereka bisa hidup layak dengan penghasilan ojek," tukas Rheinhard.
(rul/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 10:25 WIB
Fathanah Mengaku Beri Sumbangan, PKS Yakin Dana Partai Bersih
-
Senin, 20/05/2013 10:21 WIB
Polisi Temukan Rp 17.4 Juta Uang Palsu dari Tukang Bangunan di Jaktim
-
Senin, 20/05/2013 10:21 WIB
Delegasi 21 Negara Berkumpul di Makassar Bahas Perubahan Iklim dan Perdamaian Dunia
-
Senin, 20/05/2013 10:16 WIB
Setelah Dahlan Iskan, Kini Mahfud MD Jadi Bintang Iklan Jamu
-
Senin, 20/05/2013 10:11 WIB
21 Negara Bertemu di Makassar Bahas Perdamaian dan Perubahan Iklim Dunia
-
Senin, 20/05/2013 08:45 WIB
Menolak KJS, 50 Dokter Indonesia Bersatu Demo di Bundaran HI
-
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB
Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius
-
Senin, 20/05/2013 08:51 WIB
Sidak di Lapas Sukamiskin, Ada iPad di Sel Andrian Waworuntu
-
Senin, 20/05/2013 09:40 WIB
Perempuan Fathanah, Tri Kurnia Puspita Hadir di KPK
-
Senin, 20/05/2013 08:17 WIB
Mobil Pajero Sport Milik Luthfi yang Disita KPK Pakai Nopol Palsu?
-
Senin, 20/05/2013 07:21 WIB
Kisah Luthfi Hasan di Tukang Cukur
-
Senin, 20/05/2013 07:41 WIB
Jimat Aneh Raja Klewang
-
Senin, 20/05/2013 09:03 WIB
Ini 3 Hakim Agung yang Kalahkan Konglomerat Swedia Pemilik IKEA
-
348 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
-
211 Komentar
-
209 Komentar
-
208 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 07:09 WIB
Rumah Luthfi Hasan Resmi Disegel KPK
-
Senin, 20/05/2013 06:10 WIB
13 Korban Tewas Runtuhan Tambang Freeport Papua Berhasil Dievakuasi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.

