detikcom
Rabu, 08/02/2012 17:55 WIB

5 Anggota Geng Motor Cewek di Bali Diamankan

Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Polisi mengamankan lima orang anggota geng motor gadis Bali yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban Kiki Ariani (15). Para pelakunya adalah perempuan ABG di bawah umur.

Lima orang yang diamankan adalah anggota geng motor bernama Cewek Macho Performance (CMP). Para pelaku yang diamankan, yaitu GD (16), OA (17), RA (15), MV (16) dan KA (17).

"Satu orang pelaku lagi sudah diamankan hari ini, sekarang sedang dalam pemeriksaan yakni GD (16)," kata Kasubbag Humas Polresta Denpasar, AKP IB Made Sarjana di Mapolresta, Jl Gunung Sang Hyang, Denpasar, Rabu (8/2/2012).

Sebelumnya, polisi telah mengamankan empat orang pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban. "Empat orang sudah diamankan kemarin malam," ujar Sarjana.

Empat pelaku perempuan ABG ini telah menjalani pemeriksaan sejak Selasa (7/2/2012). Saat ini, polisi tengah mencari para pelaku lainnya yang tergabung dalam geng motor CMP.

Polisi pun masih mendalami kasus tersebut. Mereka masih mempertimbangkan para pelaku yang masih ABG akan ditahan atau tidak. "Karena masih di bawah umur, kami pelajari dulu kasusnya, apa harus ditahan atau tidak," ujarnya.

Diketahui, anak geng motor gadis Bali CMP menganiaya korban. Aksi kekerasan tersebut beredar dalam tayangan di situs berbagi video Youtube. Aksi mereka diduga dilakukan pada akhir Desember 2011.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(gds/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%