detikcom
Rabu, 12/10/2011 13:49 WIB

Hary Tanoesoedibjo Gabung Partai NasDem

Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Pemilik grup media MNC Hary Tanoesudibjo bergabung dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem). Hary Tanoe menjadi bagian keluarga besar partai tersebut sejak sekitar dua bulan lalu. Kursi apakah yang disiapkan untuk Hary?

"Kalau akan jadi ketua umum belum tahu. Kita sekarang sedang berdiskusi posisi apa yang tepat untuk Hary Tanoe, termasuk saya sendiri. Tapi tidak penting siapa yang menggiring bola dan mencetak gol, yang penting adalah gol yang kita inginkan tercipta," kata Ketum Partai NasDem, Rio Capella, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (12/10/2011).

Dia menjelaskan, masa-masa pendekatan Hary Tanoe dengan Partai NasDem berjalan sejak sekitar 5-6 bulan lalu. Setelah kedua belah pihak banyak berdiskusi, ternyata ada kesamaan visi, misi, pandangan dan emosi.

"Kita memandang bahwa apa yang dilakukan Partai NasDem sama dengan yang dipikirkan Hary Tanoe. Kesimpulannya, Hary Tanoe bisa gandengan tangan dengan Partai NasDem, jadi keluarga besar Partai NasDem," tutur Rio.

Menurut dia, meski berkecimpung di bisnis media, bukan berarti Hary Tanoe tidak tahu apa-apa tentang politik dan kebangsaan. Keberhasilan Hary Tanoe membesarkan perusahaan yang dimiliki memperlihatkan bahwa pria tersebut memiliki visi yang jelas.

"Jangan underestimate terhadap kehadiran Hary Tanoe di sini," imbuh Rio.

Apakah ada latar belakang lain bergabungnya Hary Tanoe? "Bergabung ke Partai NasDem karena partai ini membawa misi yang jelas, bukan membawa kepentingan kelompok tertentu. Bersama-sama ingin melakukan restorasi, gerakan perubahan. Ini perlu diapresiasi, tanpa dicurigai macam-macam. Dia bukan orang yang tiba-tiba," jelas Rio.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vit/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%