detikcom
Rabu, 23/03/2011 12:06 WIB

Ridwan Kamil, Ajak Masyarakat Kota Berkebun

Nurvita Indarini - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Ingin berkebun di tengah kota Jakarta? Bisa saja. Ridwan Kamil mengajak masyarakat kota untuk berkebun bersama di tengah derap sibuk kota metropolitan. Yang ditanam bisa apa saja, seperti tomat, kangkung, sawi atau cabai.

Pria yang akrab disapa Emil inilah yang pertama kali menggagas kegiatan berkebun tengah kota. Alasannya, masih ada lahan di kota besar yang menganggur dan tidak terurus.

"Masih ada lahan di Jakarta yang menganggur, tidak terurus karena di situ belum didirikan bangunan," kata Enil dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (22/3/2011).

Selain memanfaatkan lahan, berkebun bisa menjadi pilihan aktivitas untuk menghilangkan stress. Tidak hanya itu, di tengah ancaman krisis pangan dunia, masyarakat kota bisa ikut berperan serta untuk memproduksi pangan.

"Lahan yang menganggur bisa dimanfaatkan untuk rekreasi dan rileks dengan aktivitas berkebun. Ini juga sekaligus bisa memproduksi pangan," tutur staf pengajar di Jurusan Arsitektur ITB ini.

Ada 3E yang dimunculkan dari kegiatan berkebun ini, yakni ekologi, ekonomi dan edukasi. Ekologi karena berkontribusi pada hijaunya kota. Ekonomi lantaran ada nilai ekonomi dari hasil kebun. Edukasi lantaran bisa mengajarkan kepada anak-anak, bagaimana mencintai alam.

Emil menelorkan gagasan ini untuk pertama kali pada November 2010 silam. Gagasan ini dicetuskannya lewat media sosial, twitter. Ternyata idenya disambut oleh banyak orang. Mereka lantas kopi darat untuk merealisasikan ide itu.Next

Halaman 1 2 3

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vit/fay)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%