Detik.com News
Detik.com
Selasa, 13/07/2010 22:35 WIB

Titiek Soeharto vs Prabowo

Prabowo Terpilih Secara Aklamasi Pimpin HKTI

Ramadhian Fadillah - detikNews
Prabowo Terpilih Secara Aklamasi Pimpin HKTI
Bali - Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ke-7, memilih Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum 2010-2015 secara aklamasi. 32 dari 33 DPD menerima laporan pertanggungjawaban Prabowo dan meminta agar Prabowo kembali memimpin HKTI.

"Pak Prabowo terpilih secara aklamasi dan sah sebagai Ketua Umum HKTI 2010-2015," ujar Sekjen HKTI Rachmat Pambudy kepada detikcom di Inna Grand Bali Beach Hotel Santur, Selasa (13/7/2010).

Menurut Rachmad, hanya DPD Bengkulu yang tidak memberikan suaranya. Sebab, pengurus provinsi ini tidak hadir saat rapat pleno. "Tadi kita panggil-panggil juga tidak ada," katanya.

Dengan terpilihnya Prabowo, lanjutnya, agenda Munas tinggal menyisahkan sidang Komisi Munas yaitu, perancangan dan pengesahan AD/ART, rapat komisi program dan rapat rekomendasi hasil Munas.

Prabowo mengungguli 3 kandidat lainnya, yakni Jafar Hafsah, Titiek Soeharto dan Osman Sapta Odang.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(did/lrn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%