detikcom
Senin, 15/03/2010 11:19 WIB

Boy Rafli, Antara Homesick dan Anak Hilang

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisari Besar Boy Rafli Amar punya segudang pengalaman yang akan selalu dikenangnya. Salah satunya adalah pengalaman bertugas di luar negeri yang membuatnya rindu kampung halaman.

Cucu penyair Aman Datuk Modjoindo ini mengawali karirnya sebagai polisi di Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988 sebagai Inspektur Dua (Ipda). Sejak tahun 1991, pangkatnya naik setingkat menjadi Inspektur Satu (Iptu).

Dan sejak saat itu, karirnya terus menanjak. Hingga di tahun 1999 dengan pangkat melati satu di pundaknya atau Komisaris. Di tahun itu pula, pria penggemar gado-gado ini berangkat ke Bosnia sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV.

"Saya ditugaskan di daerah yang sedang berkonflik saat itu," kata Boy pada detikcom di ruang kerjanya di Jalan Sudirman, Jaksel, Jumat (12/3/2010).

Pria berdarah Minang ini merasakan sejumlah pengalaman mengesankan saat bertugas selama satu tahun di negara itu. "Di samping punya teman dari berbagai negara, saya juga bisa bertukar pikiran dengan teman-teman lain tentang kepolisian," ujar pria kelahiran Jakarta 1965 itu.

Namun, tak jarang Boy merasakan kerinduan yang luar biasa untuk kumpul bersama keluarganya. "Saya sering merasakan home sick saat bertugas di sana," kata Boy yang memiliki istri bernama Irawati ini.

Untuk menghilangkan rasa rindu, mantan Direskrim Polda Maluku Utara ini selalu menyempatkan untuk berkomunikasi dengan keluarganya seminggu sekali.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%