A adalah korban terakhir Selly di Bandung. Mahasiswa perguruan tinggi negeri di Bandung ini dan 2 temannya ditipu Rp 6,8 juta. Di luar mereka ada pula 2 karyawan sebuah butik di Cihampelas Walk yang turut menjadi korban dalam aksi 9-15 Februari 2010 lalu.
"Dia mengaku wartawan Kompas yang liputan kriminal. Punya ransel Kompas, pulpen Kompas. Lalu menawarkan bisnis pulsa murah," kata A kepada detikcom, Jumat (19/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, selama Selly di Bandung, A dan temannya pernah janjian bertemu di Ciwalk. Di Ciwalk ternyata Selly sedang berbelanja di sebuah butik, dan lalu mengenalkan dua sahabat barunya S dan M, karyawan butik itu.
"Kita jadi main bersama, main facebook-an di kost teman, bahkan nongkrong bareng di kampus. Nah, saat itu Selly mulai menawarkan bisnis pulsa murah," jelas A.
Seolah terpesona, A dan kawan-kawan pun menyetor uang total Rp 6,8 juta secara bertahap pada 12-15 Februari 2010. Tiba-tiba Selly memutus segala bentuk komunikasi dari telepon sampai Facebook.
"Saya lalu susul ke Hotel Wirton Bandung, karena dia menginap di sana. Tapi sudah terlambat. Dari data hotel saya baru tahu nama aslinya," kata A.
Ternyata tidak hanya A dan teman-teman yang ditipu. Saat mereka menemui Selly di Ciwalk, ternyata sebenarnya Selly sedang beraksi menipu orang di mal itu.
"Dua orang karyawan butik itu juga ditipu, Mas. Kasihan karyawan kecil, gaji mereka padahal tidak seberapa," pungkas A.
Selly adalah penipu yang dinilai unik oleh banyak pihak. Dalam usia muda belia, dia dinilai memiliki bakat alam untuk menghipnosis lewat kata-kata. Sementara ahli jiwa menilai Selly memiliki kecenderungan psikopat dan kleptomania. (fay/asy)











































