Kronologi Pemukulan oleh Oknum TNI Versi Warga Ciganjur

Kronologi Pemukulan oleh Oknum TNI Versi Warga Ciganjur

- detikNews
Jumat, 18 Des 2009 12:50 WIB
Kronologi Pemukulan oleh Oknum TNI Versi Warga Ciganjur
Jakarta - 5 Pemuda dan warga RT 07 RW 03 Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan, merasa terintimidasi oleh seorang oknum Marinir TNI AL yang melakukan sweeping di kampung mereka. Mereka mengaku ketakutan dan meminta perlindungan pada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.Salah seorang warga bernama Abdul Kohar (22), warga RT 07 RW 03 Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan, menceritakan kronologi kejadian tersebut saat ditemui di LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2009).Menurutnya, semuanya berawal pada Jumat (11/12/2009) malam disaat dirinya sedang mengobrol dengan teman perempuannya. Mereka mengobrol di belakang rumah tetangganya bernama Maryono, seorang anggota Marinir berpangkat Pratu.

Dikatakan Koang, panggilan akrab Abdul Kohar, Maryono mencurigai yang dilakukan dirinya dengan teman perempuannya. Maryono memanggil dirinya ke depan rumah dan menanyai Koang apakah yang dilakukannya pantas.

"Berulang kali dia bertanya pantas tidak dan berulang kali juga saya jawab tidak pantas, tapi saya tidak ngapa-ngapain," aku Koang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian Koang berencana akan pulang ke rumah, tapi ternyata Maryono justru berpikir Koang menantang dirinya. "Dia menarik baju saya sampai hampir jatuh. Mungkin dia marah, terus dia membanting saya, dia juga memukul belakang leher saya," jelas dia.

"Terus teman-teman saya datang membantu, tapi Maryono tetap memukul saya. Lalu warga mencoba melerai, tapi ternyata ada seorang yang memukul Maryono dengan batu," imbuh Koang.

Akhirnya setelah tenang dan dapat dipisahkan, lanjut Koang, keesokan harinya (12/11) Maryono lapor ke Polsek Jagakarsa. Dan Koang bersama 4 temannya dipanggil untuk dimintai keterangan. Pada saat di Polsek, Koang mengaku sempat menandatangani perjanjian damai dengan Maryono.

"Tapi mungkin Maryono belum puas karena belum menemukan siapa yang memukul dia. Tiap malam, dia dan teman-teman marinirnya melakukan sweeping di kampung. Kita ketakutan terus kita lapor ke LBH untuk mendapatkan perlindungan," tandasnya. (nvc/rdf)


Berita Terkait