Dikatakan Koang, panggilan akrab Abdul Kohar, Maryono mencurigai yang dilakukan dirinya dengan teman perempuannya. Maryono memanggil dirinya ke depan rumah dan menanyai Koang apakah yang dilakukannya pantas.
"Berulang kali dia bertanya pantas tidak dan berulang kali juga saya jawab tidak pantas, tapi saya tidak ngapa-ngapain," aku Koang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus teman-teman saya datang membantu, tapi Maryono tetap memukul saya. Lalu warga mencoba melerai, tapi ternyata ada seorang yang memukul Maryono dengan batu," imbuh Koang.
Akhirnya setelah tenang dan dapat dipisahkan, lanjut Koang, keesokan harinya (12/11) Maryono lapor ke Polsek Jagakarsa. Dan Koang bersama 4 temannya dipanggil untuk dimintai keterangan. Pada saat di Polsek, Koang mengaku sempat menandatangani perjanjian damai dengan Maryono.
"Tapi mungkin Maryono belum puas karena belum menemukan siapa yang memukul dia. Tiap malam, dia dan teman-teman marinirnya melakukan sweeping di kampung. Kita ketakutan terus kita lapor ke LBH untuk mendapatkan perlindungan," tandasnya. (nvc/rdf)











































