Eri Marina Yo, Jawara Skateline di Lintasan Internasional
Rabu, 28/10/2009 15:58 WIB
Eri Marini Yo (Foto: dok pribadi)
Jakarta
Seperti apa pemuda masa kini setelah 81 tahun Sumpah Pemuda? Eri Marina Yo bisa mewakilinya. Pencetak prestasi internasional di arena Skateline ini bergaya ceplas-ceplos layaknya anak muda pada umumnya.
Sebelum mengukir prestasi di lintasan internasional, mahasiswi semester akhir suatu universitas swasta di Jakarta Barat itu mengaku mengenal skateline sejak usia 5 tahun.
"Suka main sepatu roda sejak nonton holiday ice di Senayan pada 1992. Waktu
itu baru usia 5 tahun dan yang ngajakin nonton papa, Kitano, " ujar perempuan yang lahir pada 2 September 1987 kepada detikcom, Rabu (28/10/2009).
Berawal dari menonton pertunjukan itulah, dia mulai jatuh cinta kepada olahraga minoritas tersebut. Awalnya Eri belajar menggunakan sepatu roda. Lalu, untuk mencari pengalaman dan memupuk ketelatenan, dia mengikuti lomba sepatu roda dari kota satu ke kota lainnya.
"Waktu itu mikirnya senang dan hobi tersalurkan. Gak mikirin hadiah. Dapat piala sudah senang banget," tambah mahasiswa Teknik Informatika tersebut.
Dirinya mulai serius menjadi atlet skateline pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2000 meski cuma untuk jenis olahraga eksibisi. Dan baru benar-benar dianggap olahraga profesional sejak resmi di pertandingan di PON Sumatera Selatan pada 2004 untuk kontingen DKI.
"Tapi tetap merasa kurang," tambah alumni SMP Strada, Pejaten, Pasar Minggu ini.
Alhasil, Eri pun nekat berlaga di kancah internasional guna menempa ilmu. Pada Februari 2009 laga pertama di Singapore tak begitu mengecewakan dan langsung meraih juara pertama. "Itu lingkup kejuaraan skateline Asia Tenggara. Berangkat dengan biaya sendiri," jelasnya.
Dari hasil di Singapura inilah dia mulai merambah kejuaraan lainya. Terlebih, dia mulai mendapatkan sponsor dari produsen alat olahraga sehingga biaya perlombaan lebih ringan. Pada bulan Mei 2009 Eri mengikuti China Asian Inlineskate Cup yang di ikuti lebih dari 40 negara.
"Dari Indonesia, atlet perempuan yang ikut 5 orang. Di situ tampak kalau prestasi kita jauh dari berbagai negara di dunia. Tapi itu melecut saya untuk terus berprestasi," tambah mahasiswi yang sedang sibuk dengan skripsi tersebut.
Pada Agustus 2009 dia mengkuti etape ke 5 skateline Asia di Malaysia dan meraih peringkat kedua. Banyak alasan mengapa atlet skateline kurang 'berbunyi' di kancah internasional.
Salah satunya lintasan skateline di Indonesia yang tak satu pun berstandar internasional. Selain itu, di luar negeri, skateline telah masuk dalam daftar ekstrakurikuler.
"Selain itu, kan kalau di Indonesia, olahraga tak boleh mengganggu sekolah. Kalau di luar negeri kan sebaliknya," pungkas Eri.
(asp/nwk)
Sebelum mengukir prestasi di lintasan internasional, mahasiswi semester akhir suatu universitas swasta di Jakarta Barat itu mengaku mengenal skateline sejak usia 5 tahun.
"Suka main sepatu roda sejak nonton holiday ice di Senayan pada 1992. Waktu
itu baru usia 5 tahun dan yang ngajakin nonton papa, Kitano, " ujar perempuan yang lahir pada 2 September 1987 kepada detikcom, Rabu (28/10/2009).
Berawal dari menonton pertunjukan itulah, dia mulai jatuh cinta kepada olahraga minoritas tersebut. Awalnya Eri belajar menggunakan sepatu roda. Lalu, untuk mencari pengalaman dan memupuk ketelatenan, dia mengikuti lomba sepatu roda dari kota satu ke kota lainnya.
"Waktu itu mikirnya senang dan hobi tersalurkan. Gak mikirin hadiah. Dapat piala sudah senang banget," tambah mahasiswa Teknik Informatika tersebut.
Dirinya mulai serius menjadi atlet skateline pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2000 meski cuma untuk jenis olahraga eksibisi. Dan baru benar-benar dianggap olahraga profesional sejak resmi di pertandingan di PON Sumatera Selatan pada 2004 untuk kontingen DKI.
"Tapi tetap merasa kurang," tambah alumni SMP Strada, Pejaten, Pasar Minggu ini.
Alhasil, Eri pun nekat berlaga di kancah internasional guna menempa ilmu. Pada Februari 2009 laga pertama di Singapore tak begitu mengecewakan dan langsung meraih juara pertama. "Itu lingkup kejuaraan skateline Asia Tenggara. Berangkat dengan biaya sendiri," jelasnya.
Dari hasil di Singapura inilah dia mulai merambah kejuaraan lainya. Terlebih, dia mulai mendapatkan sponsor dari produsen alat olahraga sehingga biaya perlombaan lebih ringan. Pada bulan Mei 2009 Eri mengikuti China Asian Inlineskate Cup yang di ikuti lebih dari 40 negara.
"Dari Indonesia, atlet perempuan yang ikut 5 orang. Di situ tampak kalau prestasi kita jauh dari berbagai negara di dunia. Tapi itu melecut saya untuk terus berprestasi," tambah mahasiswi yang sedang sibuk dengan skripsi tersebut.
Pada Agustus 2009 dia mengkuti etape ke 5 skateline Asia di Malaysia dan meraih peringkat kedua. Banyak alasan mengapa atlet skateline kurang 'berbunyi' di kancah internasional.
Salah satunya lintasan skateline di Indonesia yang tak satu pun berstandar internasional. Selain itu, di luar negeri, skateline telah masuk dalam daftar ekstrakurikuler.
"Selain itu, kan kalau di Indonesia, olahraga tak boleh mengganggu sekolah. Kalau di luar negeri kan sebaliknya," pungkas Eri.
(asp/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
TokohTerbaru
Indeks Tokoh »
-
Selasa, 22/05/2012 17:37 WIB
Reisa Kartika, Putri Lingkungan yang Ikut Identifikasi Korban Sukhoi
-
Selasa, 15/05/2012 17:05 WIB
Andre Siregar Sang Penerjemah Presiden
-
Senin, 14/05/2012 16:16 WIB
Ahmad Dhani dan Peluang Jadi Politikus
-
Kamis, 10/05/2012 21:06 WIB
Ninasapti Partowidagdo Jalankan Wasiat Hidup Hemat Sang Suami
-
Selasa, 08/05/2012 08:36 WIB
Deddy Herlambang dan Aksi Komunitasnya Merawat Lokomotif Kuno
-
Kamis, 24/05/2012 21:50 WIB
Pramugari Anggi Seharusnya Menjadi Ikon Sukhoi Superjet
-
Kamis, 24/05/2012 22:34 WIB
NU Desak Polisi Selidiki Buku Bergambar Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 19:48 WIB
Siswi SMAN 2 Kuningan Raih Nilai UN Murni Tertinggi
-
Kamis, 24/05/2012 20:17 WIB
Soal Lady Gaga, Mendikbud: Cari Saja Penyanyi yang Nggak Kontroversi
-
702 Komentar
-
260 Komentar
-
239 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,010.000
- Rp 894.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
