Kepala Penis Terpotong
Pengacara Kondang Riau Siap Dampingi Keluarga Korban
Selasa, 14/07/2009 15:37 WIB
Komaruddin yang masih terbaring
Pekanbaru
Pengacara kondang di Riau, M Kapitra Ampera bersedia memberikan bantuan hukum atas kasus yang kenimpa Komaruddin (9) yang terpotong kepala kelaminya saat sunatan massal.
"Apa yang telah dialami pasien itu merupakan kasus malpratek. Kami dari pengacara siap memberikan bantuan hukum terhadap keluarga pasien untuk melakukan gugatan kepada pihak-pihak terkait dalam kasus tersebut,"kata M Kapitra Ampera, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (14/07/2009) di Pekanbaru.
Sebagaimana diketahui, Abdul Wahab orangtua dari bocah malang itu, merupakan dari sekian banyak keluarga miskin di Riau. Wahab kesehariannya hanya sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Ketiadaan ekonomi serta minimnya pendidikan membuat orangtua ini hanya bisa pasrah atas kasus yang menimpa anaknya. "Saya hanya berdoa semoga anak saya sembuh," hanya itulah yang keluar dari lubuk hatinya dalam perbincangan dengan wartawan.
Wahab yang tidak mengerti hukum tidak tahu apakah akan membawa kasus ini ke pihak yang berwajib. Atas ketidakmengertian inilah, pihak yang bertanggungjawab atas kasus yang menimpa Komaruddin seakan menganggap sepele dan menyebut hal itu hanya human error dan tidak perlu dibawa ke ranah hukum.
"Saya akan dampingi keluarga korban untuk mendapatkan haknya di mata hukum. Boleh saja ada pernyataan maaf dari pihak penyelenggara sunatan massal itu. Tapi yang namanya malpratek kasus ini harus kita bawa ke hukum," kata Kapitra yang juga Ketua Harian Himpunan Advokad Pengacara Indonesia (HAPI).
Menurut Kapitra, dokter yang telah membuat kesalahan sampai kepala kelamin pasien terputus, harus segara dilaporkan ke polisi. Dokter tersebut harus bertanggungjawab secara hukum atas tindak medisnya yang telah membuat orang lain celaka.
"Dokter itu harusnya segera ditangkap dan pihak penyelenggara juga harus bertanggungjawab dalam kasus ini," kata Kapitra.
Sebagaimana diketahui, Komaruddin bocah malang itu ikut dalam sunatan massal di Kecamatan Belilas Kabupaten Inhu pada 7 Juli lalu. Sunatan massal itu diselenggarakan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Riau dimana salah satu penanggungjawabnya istri Gubernur Riau, Septina Primawati.
Namun dalam sunatan itu, tidak hanya kulit kelaminya yang dipotong, namun kepala kelaminya juga turut dipotong oleh dokter. Dokter yang menyunat mengaku khilaf dalam kasus tersebut.
(cha/nwk)
"Apa yang telah dialami pasien itu merupakan kasus malpratek. Kami dari pengacara siap memberikan bantuan hukum terhadap keluarga pasien untuk melakukan gugatan kepada pihak-pihak terkait dalam kasus tersebut,"kata M Kapitra Ampera, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (14/07/2009) di Pekanbaru.
Sebagaimana diketahui, Abdul Wahab orangtua dari bocah malang itu, merupakan dari sekian banyak keluarga miskin di Riau. Wahab kesehariannya hanya sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Ketiadaan ekonomi serta minimnya pendidikan membuat orangtua ini hanya bisa pasrah atas kasus yang menimpa anaknya. "Saya hanya berdoa semoga anak saya sembuh," hanya itulah yang keluar dari lubuk hatinya dalam perbincangan dengan wartawan.
Wahab yang tidak mengerti hukum tidak tahu apakah akan membawa kasus ini ke pihak yang berwajib. Atas ketidakmengertian inilah, pihak yang bertanggungjawab atas kasus yang menimpa Komaruddin seakan menganggap sepele dan menyebut hal itu hanya human error dan tidak perlu dibawa ke ranah hukum.
"Saya akan dampingi keluarga korban untuk mendapatkan haknya di mata hukum. Boleh saja ada pernyataan maaf dari pihak penyelenggara sunatan massal itu. Tapi yang namanya malpratek kasus ini harus kita bawa ke hukum," kata Kapitra yang juga Ketua Harian Himpunan Advokad Pengacara Indonesia (HAPI).
Menurut Kapitra, dokter yang telah membuat kesalahan sampai kepala kelamin pasien terputus, harus segara dilaporkan ke polisi. Dokter tersebut harus bertanggungjawab secara hukum atas tindak medisnya yang telah membuat orang lain celaka.
"Dokter itu harusnya segera ditangkap dan pihak penyelenggara juga harus bertanggungjawab dalam kasus ini," kata Kapitra.
Sebagaimana diketahui, Komaruddin bocah malang itu ikut dalam sunatan massal di Kecamatan Belilas Kabupaten Inhu pada 7 Juli lalu. Sunatan massal itu diselenggarakan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Riau dimana salah satu penanggungjawabnya istri Gubernur Riau, Septina Primawati.
Namun dalam sunatan itu, tidak hanya kulit kelaminya yang dipotong, namun kepala kelaminya juga turut dipotong oleh dokter. Dokter yang menyunat mengaku khilaf dalam kasus tersebut.
(cha/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
235 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
