Dicatut, Dosen UIN Yogyakarta Gugat 'Ilusi Negara Islam'
Rabu, 27/05/2009 13:45 WIB
Jakarta
Kontroversi buku 'Ilusi Negara Islam' kembali memanas. Kali ini sejumlah nama yang dimasukkan sebagai peneliti buku tersebut menggugat karena merasa namanya dicatut.
Gugatan disampaikan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdur Rozaki. Dia merasa, tidak pernah menjadi peneliti buku tersebut, tapi namanya tercantuk dalam buku yang memunculkan polemik tersebut.
Rozak mengaku ia bersama 2 temannya, Nur Kholik Ridwan, dan Supardi pernah diajak untuk menjadi peneliti buku tersebut. Namun ia membatalkan kontrak karena Yayasan Fatsuna, yang menerbitkan buku itu menolak diajak debat tentang metodologi penelitian.
"Kami bertiga, saya, Nur Kholik Ridwan, dan Supardi mundur. Mereka katanya hendak melakukan riset perkembangan agama di Indoenesia, tapi diajak debat metodologi tidak mau. Ini aneh," jelas Rozak itu saat berbincang melalui telepon, Rabu (27/5/2009).
Penolakan tersebut terjadi pada 2 tahun lalu. Anehnya saat buku Ilusi Negara Islam diterbitkan Wahid Institute pada 2009, nama Rozak dan kawan-kawan tetap dicantumkan.
"Setelah kami cek itu ada ghost writer, entah siapa yang buat. Makanya ini ada apa?" jelas Rozak.
Dia menuturkan, memang proyek buku ini didanai Holland Taylor dari organisasi Lib for All dan dilaksanakan oleh Abdul Munir Mulkan. Belakangan Abdul Munir bahkan tidak sepakat buku itu diterbitkan.
"Memang buku itu tidak jelas siapa penulisnya. Masak editornya Gus Dur? Kan tidak mungkin. Ini politisasinya kebablasan," terangnya.
Rozak bersama temannya pun sempat melakukan komplain kepada penerbit, sayangnya dia mendapat jawaban bila apa yang tercantum dalam buku itu bukan tanggung jawab penerbit.
"Enak saja pakai nama orang. Yang saya khawatir buku ini dijual di kalangan internasional untuk kepentingan Taylor. Karena bagi kami buku ini tidak akademis," tutupnya.
Buku 'Ilusi Negara Islam' yang The Wahid Institute dan Maarif Institute diluncurkan pada 16 Mei 2009 lalu. Buku ini mengupas soal masuknya gerakan Islam baru yang antara lain memasukkan PKS dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan organasasi Islam garis keras yang menyusup Muhammadiyah dan NU. PKS dan HTI memprotes buku tersebut.
(ndr/iy)
Gugatan disampaikan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdur Rozaki. Dia merasa, tidak pernah menjadi peneliti buku tersebut, tapi namanya tercantuk dalam buku yang memunculkan polemik tersebut.
Rozak mengaku ia bersama 2 temannya, Nur Kholik Ridwan, dan Supardi pernah diajak untuk menjadi peneliti buku tersebut. Namun ia membatalkan kontrak karena Yayasan Fatsuna, yang menerbitkan buku itu menolak diajak debat tentang metodologi penelitian.
"Kami bertiga, saya, Nur Kholik Ridwan, dan Supardi mundur. Mereka katanya hendak melakukan riset perkembangan agama di Indoenesia, tapi diajak debat metodologi tidak mau. Ini aneh," jelas Rozak itu saat berbincang melalui telepon, Rabu (27/5/2009).
Penolakan tersebut terjadi pada 2 tahun lalu. Anehnya saat buku Ilusi Negara Islam diterbitkan Wahid Institute pada 2009, nama Rozak dan kawan-kawan tetap dicantumkan.
"Setelah kami cek itu ada ghost writer, entah siapa yang buat. Makanya ini ada apa?" jelas Rozak.
Dia menuturkan, memang proyek buku ini didanai Holland Taylor dari organisasi Lib for All dan dilaksanakan oleh Abdul Munir Mulkan. Belakangan Abdul Munir bahkan tidak sepakat buku itu diterbitkan.
"Memang buku itu tidak jelas siapa penulisnya. Masak editornya Gus Dur? Kan tidak mungkin. Ini politisasinya kebablasan," terangnya.
Rozak bersama temannya pun sempat melakukan komplain kepada penerbit, sayangnya dia mendapat jawaban bila apa yang tercantum dalam buku itu bukan tanggung jawab penerbit.
"Enak saja pakai nama orang. Yang saya khawatir buku ini dijual di kalangan internasional untuk kepentingan Taylor. Karena bagi kami buku ini tidak akademis," tutupnya.
Buku 'Ilusi Negara Islam' yang The Wahid Institute dan Maarif Institute diluncurkan pada 16 Mei 2009 lalu. Buku ini mengupas soal masuknya gerakan Islam baru yang antara lain memasukkan PKS dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan organasasi Islam garis keras yang menyusup Muhammadiyah dan NU. PKS dan HTI memprotes buku tersebut.
(ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
