detikcom
Jumat, 03/04/2009 19:54 WIB

Jembatan di Kapuas Ambruk, 1 Tewas

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Satu orang pekerja tewas dan enam lainnya mengalami luka serius dalam musibah runtuhnya jembatan di Sungai Kapuas, Kalimantan Tengah. Polda Kalteng telah membentuk tim investigasi untuk menyelediki pihak-pihak yang diduga terlibat dalam musibah tersebut.

Jembatan yang roboh tersebut berada di desa Lungku Layang, kecamatan Timpah, kabupaten Kapusan. Peristiwa terjadi pada sekitar pukul 10.00 WIB. Mendadak bagian tengah jembatan sedang dalam proses pengecoran runtuh.

Akibatnya besi-besi penopang jembatan ambruk dan menimpa pekerja yang sedang bekerja di bawahnya. Salah satu yang tertimpa besi adalah pekerja bernama Miskam (55). Akibatnya pria yang berdomisili di Palangkaraya ini pun tewas seketika.

Sedangkan pekerja bernama Wahyudi (40), Haldi (22), Sukamto (39), Ibung (31), Bagio (34) dan Padli (23) mengamali luka-luka serius. Mereka saat ini dirawat di RS Bhayangkara, Palangkaraya, Kalteng.

Sedianya jembatan tersebut akan diresmikan penggunaannya pada 6 April 2009 oleh Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang. Proses pengerjaan perbaikan jembatan yang naas itu ditangani oleh PT Agra Budi.

"Tindakan yang telah dilakukan adalah membentuk tim yang dipimpin Reskrim Polda Kalteng untuk melakukan penyelidikan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira mengutip laporan yang dia terima dari Polda Kalteng.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(lh/anw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%