"Itu akan memberi amunisi kepada para anarkis-anarkis itu," kata anggota panja RUU Pornografi dari FPDIP, Eva Kusuma Sundari, kepada detikcom, Rabu (17/9/2008).
Bersama FPDS, FPDIP yang menilai RUU Pornografi tidak beres karena multiinterpretatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang sepertinya itulah tujuan mereka (para pendukung)," ujarnya.
Eva mengakui, dalam pembahasan UU tersebut DPR tidak memiliki instrumen untuk mengantisipasi agar anarkisme yang dikhawatirkan tidak terjadi.
"Tidak ada (antisipasi). Saya nggak tahu apa maunya ini," katanya. (sho/nrl)











































