detikcom
Jumat, 05/09/2008 18:02 WIB

Laporan dari Wassenaar

Pertama Dalam Sejarah PM Belanda Hadiri Resepsi HUT RI 17-8

Eddi Santosa - detikNews
JE Habibie-Balkenende (E.Santosa/detikcom)
Wassenaar - Pertama kali dalam sejarah seorang perdana menteri Belanda menghadiri resepsi diplomatik HUT Kemerdekaan RI 17/8/1945. Hal itu dilakukan PM J.P Balkenende di Wisma Duta tadi malam.

Kedatangan PM Balkenende ke resepsi diplomatik HUT RI ke-63, yang digelar KBRI Den Haag di Wisma Duta (4/9/2008), diiringi para menteri utama Kabinet Balkenende IV, antara lain Menteri Luarnegeri Maxime Jacques Marcel Verhagen, Menteri Yustisi Ernst Maurits Henricus Hirsch Ballin, Menteri Pertahanan Eimert van Middelkoop, dan para pejabat tinggi Kemlu Belanda.

Selain itu juga terlihat Ketua Komisi I Parlemen Hans van Balen, Ketua Komisi Hubungan Luarnegeri Henk Jan Ormel dan para mantan Dubes Belanda yang pernah bertugas di Jakarta, yakni J.H.R.D. van Roijen, Schelto Baron van Heemstra, R.J. Trffers dan Nikolaos van Dam.

"Ini membuktikan bahwa hubungan bilateral Belanda-Indonesia sangat fantastis," ujar PM Balkenende dalam wawancara singkat dengan pers.

Menurut Balkenende Indonesia-Belanda mempunyai hubungan khusus. "Ingat misalnya pada ikatan sejarah, kemudian keberadaan masyarakat Indonesia di Belanda, dan juga pada peristiwa tsunami di Aceh, di mana rakyat Belanda ikut merasakan dan kemudian spontan menggalang dana bantuan," demikian Balkenende.

Balkenende menegaskan kembali apa yang telah disampaikan Menlu Ben Bot (2005) saat kabinet Balkenende III, bahwa Belanda telah mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17/8/1945. Hal itu dipertegas dengan kehadiran Menlu Ben Bot dalam upacara kenegaraan HUT Kemerdekaan RI ke-60 di Jakarta.

Sementara itu Dubes RI J.E Habibie, biasa disapa Fanny, menunjukkan kegembiraannya bisa menorehkan sejarah dan kontribusi untuk peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Belanda dengan keberhasilannya mmeyakinkan Perdana Menteri untuk hadir.

"Memang ada diskusi-diskusi di sementara kalangan kita yang masih mempertanyakan masalah de jure. Tapi de facto kita jalan saja terus demi meningkatkan hubungan baik untuk kemaslahatan dan kepentingan negara," demikian Fanny.

Di samping delegasi besar dari kabinet Belanda, juga tercatat hadir dalam acara yang disemarakkan seni budaya Kabupaten Asmat, Papua, itu 56 dubes negara sahabat, dari International Court of Justice (ICJ), International Criminal Court (ICC), korps diplomatik, para veteran Belanda, kalangan pengusaha, Friends of Indonesia dan tokoh masyarakat.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(es/es)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%