Suster Apung Merasa Ditipu Soetrisno Bachir
Jumat, 15/08/2008 13:35 WIB
Rabiah dan Arfan Sabran (detikcom)
Makassar
Hj Rabiah yang dikenal sebagai Suster Apung merasa tertipu dan dibodohi oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir (SB). Ia tidak tahu kalau film yang dibintanginya akan dijadikan iklan politik.
"Saya bekerja sebagai suster untuk mengabdi pada masyarakat, bukan untuk jadi jualan politik Pak Tris (panggilan Rabiah untuk SB)," tutur Rabiah di warung kopi Daeng Annas di Jalan RS Faisal Makassar, Jumat (15/8/2008) .
Rabiah menjadi salah satu bintang dalam iklan layanan masyarakat seri dirgahayu Indonesia dengan tokoh utama SB. Ikut main dalam iklan itu beberapa warga pulau Liukang Tangngayya, Kabupaten Pangkajenne Kepulauan (Pangkep), tempat Suster Apung mengabdi sebagai tenaga perawat kesehatan sejak tahun 1977.
Rabiah menceritakan, pada 12 Juli lalu ia diajak oleh orang-orang 25Frame untuk membintangi kompilasi film dokumenter di Bali. Selama 3 hari di Bali, ia sama sekali tidak sadar kalau orang yang dipanggil Pak Tris adalah Soetrisno Bachir, sponsor pembuatan film pendek dirinya.
Ia juga tidak pernah diberitahu bahwa kelak film tersebut akan dijadikan iklan politik di televisi. Rabiah mengakui ia memang pernah menandatangani surat pernyataan dan menerima Rp 4 juta dari pihak 25Frame. Namun ia tidak pernah melihat ada nama Soetrisno Bachir dalam surat pernyataan tersebut.
Rabiah baru tahu kalau film yang dibintanginya dijadikan iklan politik setelah diberitahu Arfan Sabran. Pria ini merupakan sutradara film dokumenter "Suster Apung' yang memenangkan kompetisi film dokumenter Eagle Award yang diselenggarakan Metro TV. Lewat film inilah Rabiah kemudian lebih dikenal sebagai Suster Apung.
Arfan Sabran yang menemani Rabiah mengungkapkan kekecewaaanya pada SB, mulanya diberitahu oleh teman-temannya di Jakarta dan Yogyakarta. Ia di-sms dengan kalimat "Selamat, Suster Apung Sudah Dipolitisasi". Ia pun buru-buru menonton iklan politik tersebut di televisi.
Setelah menonton, ia terhenyak dan langsung menghubungi Rabiah. Ternyata Rabiah pun tidak tahu kalau peran yang ia mainkan menjadi jualan politik partai yang memiliki banyak caleg dari kalangan artis.
Meski kenyataannya demikian, baik Rabiah maupun Arfan belum mau meminta iklan politik tersebut ditarik dari peredaran. "Kami hanya meminta pada Pak Tris agar tidak seenaknya memanfaatkan rakyat jelata seperti Suster Apung menjadi komoditas politik partainya," tegas Arfan. (mna/iy)
"Saya bekerja sebagai suster untuk mengabdi pada masyarakat, bukan untuk jadi jualan politik Pak Tris (panggilan Rabiah untuk SB)," tutur Rabiah di warung kopi Daeng Annas di Jalan RS Faisal Makassar, Jumat (15/8/2008) .
Rabiah menjadi salah satu bintang dalam iklan layanan masyarakat seri dirgahayu Indonesia dengan tokoh utama SB. Ikut main dalam iklan itu beberapa warga pulau Liukang Tangngayya, Kabupaten Pangkajenne Kepulauan (Pangkep), tempat Suster Apung mengabdi sebagai tenaga perawat kesehatan sejak tahun 1977.
Rabiah menceritakan, pada 12 Juli lalu ia diajak oleh orang-orang 25Frame untuk membintangi kompilasi film dokumenter di Bali. Selama 3 hari di Bali, ia sama sekali tidak sadar kalau orang yang dipanggil Pak Tris adalah Soetrisno Bachir, sponsor pembuatan film pendek dirinya.
Ia juga tidak pernah diberitahu bahwa kelak film tersebut akan dijadikan iklan politik di televisi. Rabiah mengakui ia memang pernah menandatangani surat pernyataan dan menerima Rp 4 juta dari pihak 25Frame. Namun ia tidak pernah melihat ada nama Soetrisno Bachir dalam surat pernyataan tersebut.
Rabiah baru tahu kalau film yang dibintanginya dijadikan iklan politik setelah diberitahu Arfan Sabran. Pria ini merupakan sutradara film dokumenter "Suster Apung' yang memenangkan kompetisi film dokumenter Eagle Award yang diselenggarakan Metro TV. Lewat film inilah Rabiah kemudian lebih dikenal sebagai Suster Apung.
Arfan Sabran yang menemani Rabiah mengungkapkan kekecewaaanya pada SB, mulanya diberitahu oleh teman-temannya di Jakarta dan Yogyakarta. Ia di-sms dengan kalimat "Selamat, Suster Apung Sudah Dipolitisasi". Ia pun buru-buru menonton iklan politik tersebut di televisi.
Setelah menonton, ia terhenyak dan langsung menghubungi Rabiah. Ternyata Rabiah pun tidak tahu kalau peran yang ia mainkan menjadi jualan politik partai yang memiliki banyak caleg dari kalangan artis.
Meski kenyataannya demikian, baik Rabiah maupun Arfan belum mau meminta iklan politik tersebut ditarik dari peredaran. "Kami hanya meminta pada Pak Tris agar tidak seenaknya memanfaatkan rakyat jelata seperti Suster Apung menjadi komoditas politik partainya," tegas Arfan. (mna/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
